Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Manisan Belimbing Wuluh Sesuai Standar Komersial Bagi Kelompok Ibu Rumah Tangga Non-Produktif di Desa Jambo Timu
Eka Kurniasih, Aida Safitri, Halim Zaini, Muhammad Sami, Suryani Suryani, Raudah Raudah, Raida Agustina, Khairun Nisa
Sari
Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari program desa binaan berkelanjutan di Desa Jambo Timu, Lhokseumawe. Desa ini memiliki potensi belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan pengolahan tradisional menjadi asam sunti yang bernilai ekonomi rendah. Akibatnya, saat panen raya masyarakat menghadapi jatuhnya harga dan tingginya pemborosan pangan karena buah cepat rusak. Permasalahan ini diperparah dengan minimnya pengetahuan ibu rumah tangga tentang teknologi pengawetan pangan modern yang mampu meningkatkan daya simpan dan nilai jual produk. Program ini bertujuan melakukan alih teknologi dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pembuatan manisan kering belimbing wuluh yang higienis dan bernilai komersial. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan survei, sosialisasi, pelatihan (ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik langsung), serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan berkolaborasi dengan Rumoh Baca Hasan Savvas dan melibatkan 20 ibu rumah tangga non-produktif di desa binaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai teknik pengawetan berbasis gula. Peserta berhasil memproduksi manisan kering belimbing wuluh yang higienis, tahan lama, serta memiliki cita rasa dan kemasan layak jual. Program ini telah menciptakan inovasi produk olahan berbasis sumber daya lokal, mengurangi risiko kerentanan pangan, dan membuka peluang wirausaha baru. Luaran kegiatan mencakup peningkatan kapasitas masyarakat binaan, produk unggulan desa, dokumentasi, dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini menegaskan komitmen program desa binaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui diversifikasi produk yang solutif dan berkelanjutan.
Referensi
Muzaifa, M. 2013. Perubahan Karakteristik Fisik Belimbing Wuluh Selama Fermentasi Asam Sunti. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. Vol. 5 No. 2 :7-11
Windyastari, C., Wignyanto., Putri, WI. 2012. Pengembangan Belimbing Wuluh Sebagai Manisan Kering Dengan Kajian Konsentrasi Perendaman Air Kapur (Ca(OH)2) dan Lama Waktu Pengeringan. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya.
Agustina, R., Frijal, T., Hartuti, S., Irfan, Z. 2024. Pengolahan Manisan Belimbing Wuluh Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Sehat. Jurnal Pengabdian Pembangunan Pertanian dan Lingkungan, Vol.1, No.2, Maret 2024. DOI: https://doi.org/10.62671/jp3l.v1i2.21
Alamendah. 2010. Belimbing wuluh kaya khasiat. www.iptek.net.id.
Hesthiati, E dan Efrina, D. 2008. Penuntun Praktikum Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Universitas Nasional, Jakarta.
Insan, R.R., faridah, A., Yulastri, A., Holinesti, R. 2019. Using Belimbing Wuluh (Averhoa blimbi L.) As A Functional Food Processing Product. Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi. Vol.1, No.1.
Lutena. 2009. Manfaat belimbing com/health/manfaat- belimbing-wuluh Kadar wuluh. http://sweetspearls. Lingga. 1985. Pengaruh Lama Pengeringan Manisan Belimbing Wuluh Terhadap Vitamin C, dan PH. http://digilib.unimus.ac.id/ download.php?id=4364 sifat organoleptik.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.
.