Integrasi Wearable Sensor dalam Sistem K3 untuk Pemantauan Lingkungan dan Kondisi Fisiologis Pekerja di Industri Pupuk

Arief Mardiyanto, Siti Amra, Muhammad Kamal, Supardin Supardin, Gunawan Gunawan, Rahmawati Rahmawati

Sari


— Industri pupuk memiliki risiko tinggi terhadap paparan lingkungan berbahaya, sehingga diperlukan pemantauan kondisi fisiologis pekerja untuk mendeteksi dini kelelahan dan hipoksia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan prototipe wearable sensor menggunakan Internet of Things (IoT) yang mampu memantau lingkungan kerja dan kondisi pekerja secara real-time guna mendukung penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan perancangan, integrasi sensor, pengembangan sistem komunikasi IoT, dan validasi laboratorium. Perangkat yang dikembangkan terdiri atas ID Card pintar dengan sensor MQ-135 untuk gas amonia dan DHT22 untuk suhu serta kelembapan, serta gelang biometrik dengan sensor MAX30102 untuk detak jantung dan SpO₂. Identifikasi pekerja dilakukan melalui barcode yang dibuat menggunakan online generator. Seluruh data diolah oleh mikrokontroler ESP32 dan dikirim ke cloud platform ThingsBoard untuk ditampilkan pada dashboard monitoring. Hasil pengujian menunjukkan sensor DHT22 memiliki akurasi baik (error ±0,66 °C dan ±0,28 %RH), MQ135/MQ137 efektif mendeteksi amonia hingga >100 ppm dengan respons linier, serta MAX30102 memiliki deviasi rata-rata 4,13% untuk HR dan ±1,06% untuk SpO₂ dibandingkan alat standar. Algoritma if–then berhasil mengklasifikasikan kondisi kerja menjadi aman, waspada, dan berbahaya, sementara pengujian peringatan dini masih dilakukan melalui simulasi. Prototipe wearable sensor berbasis IoT ini berpotensi meningkatkan efektivitas sistem K3 digital di industri pupuk, dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) berada pada level 5.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Y. Hariani, “Pengaruh Paparan Bahan Kimia Terhadap Kesehatan Reproduksi Pada Pekerja,” Babul Ilmi_Jurnal Ilm. Multi Sci. Kesehat., vol. 13, no. 2, pp. 95–111, 2023, [Online]. Available: https://jurnal.stikes-aisyiyah palembang.ac.id/index.php/Kep/article/view/

M. Mardonova and Y. Choi, “Review of wearable device technology and its applications to the mining industry,” Energies, vol. 11, no. 3, 2018, doi: 10.3390/en11030547.

T. Eldemerdash, R. Abdulla, V. Jayapal, C. Nataraj, and M. K. Abbas, “IoT based smart helmet for mining industry application,” Int. J. Adv. Sci. Technol., vol. 29, no. 1, pp. 373–387, 2020.

S. Huang, J. Li, P. Zhang, and W. Zhang, “Detection of mental fatigue state with wearable ECG devices,” Int. J. Med. Inform., vol. 119, no. May, pp. 39–46, 2018, doi: 10.1016/j.ijmedinf.2018.08.010.

M. Haghi, K. Thurow, and N. Stoll, “A multi-layer multi-sensor wearable device for physical and chemical environmental parameters monitoring (CO & NO2),” Proc. Int. Conf. Inf. Digit. Technol. IDT 2017, no. 2, pp. 137–141, 2017, doi: 10.1109/DT.2017.8024285.

M.-Ștefan Nicolae, F.-F. Bîzîc, N.-L. Sîrbu, I. Nucă, and R.-C. P. (Nicolae), “Integrated System for Remote Health Status Monitoring and Analysis,” no. 47, pp. 41–47, 2023, doi: 10.52846/AUCEE.2023.0.

J. U. N. Zhong et al., “Integrated Design of Physiological Multi-Parameter Sensors on A Smart Garment by Ultra-Elastic E-Textile,” J. Mech. Med. Biol., vol. 21, no. 9, pp. 1–23, 2021, doi: 10.1142/S0219519421400376.

E. J. Prihantoro, Sulistiyanto, and M. F. Efendi, “Perancangan Smart Klinik Berbasis Mikrokontroler Node MCU ESP32,” JEECOM, vol. 3, no. 2, pp. 89–95, 2021.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.