Otomatisasi Mesin Pengaduk Untuk Pembuatan Sabun Cair Berkapasitas 300 Liter/Jam Berbasis Arduino Mega -Esp32 Untuk Meningkatkan Kapasitas Produksi Home Industri

Muhammad Razi, Ali Janifar, Khairul Mizan

Sari


Proses produksi sabun cair yang dilakukan oleh home industri ini masih menggunakan metode manual,dimana bahan baku yang telah dicampurkan dalam sebuah bejana diaduk secara merata menggunakan tenaga manusia dan memerlukan waktu antara 110-120 menit untuk satu siklus produksi dengan volume 90 liter (manual). Penggunaan tenaga manusia pada proses pengadukan bahan baku untuk pembuatan sabun cair dapat mengurangi kualitas dari produk yang dihasilkan, dimana produk yang dihasilkan rentan terkontaminasi dengan keringat pekerja dan debu. Dampak lain dari proses pengadukan bahan baku secara manual dapat menurunkan produktifitas, penggunaan tenaga manusia dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kelelahan dan beresiko terjadinya kecatatan (diseroder muskelotar) pada anggota tubuh pekerja. Otomatisasi pada mesin pengaduk bahan baku untuk pembuatan sabun cair telah memainkan peranan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada industry kecil dan menengah. Otomatisasi pada mesin ini dilakukan dengan merancang sistem kendali berbasis mikrokontroler Arduino R4 WiFi sebagai pusat pengendali. Mesin pengaduk ini dilengkapi oleh dua buah motor listrik arus bolak-balik (AC) dengan fungsi yang berbeda. Motor pertama berperan sebagai motor driver yang digunakan untuk menggerakkan motor spindel secara vertikal, yaitu melakukan gerakan naik dan turun sesuai kebutuhan proses pengadukan. Sementara itu, motor kedua berperan sebagai motor spindel yang berfungsi sebagai pengaduk utama dengan kecepatan putar yang dapat diatur sesuai karakteristik bahan yang diolah. Untuk membatasi ruang gerak dari motor driver, dipasang dua buah limit switch yang masing-masing ditempatkan pada posisi batas atas dan batas bawah. Keberadaan limit switch ini berfungsi sebagai pengaman mekanis sekaligus sensor posisi, sehingga motor driver dapat berhenti secara otomatis ketika mencapai titik akhir lintasan yang telah ditentukan. Dengan demikian, sistem mampu mencegah terjadinya kelebihan gerak (overtravel) yang dapat mengakibatkan kerusakan pada komponen mekanik. Pengendalian kecepatan motor spindel dilakukan menggunakan rangkaian dimmer yang terintegrasi dengan sistem kontrol Arduino. Dimmer tersebut memungkinkan pengaturan kecepatan putar pengaduk secara fleksibel, sehingga tingkat homogenitas campuran sabun cair dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses. Dalam rancangan ini, Arduino R4 WiFi bertugas membaca sinyal dari limit switch, mengolah logika kendali berdasarkan algoritma yang ditanamkan dalam perangkat lunak, kemudian mengaktifkan aktuator berupa relay solid-state (SSR) atau triac untuk mengendalikan suplai daya listrik ke motor AC. Penelitian ini menghasilkan sebuah mesin pengaduk untuk pembuatan sabun cair yang dapat bekerja secara otomatis berdasarkan perintah yang diberikan, dapat dioperasikan secara continue tanpa dipengaruhi oleh factor kelelahan, dapat bekerja dengan siklus produksi yang kontinue sesuai dengan perintah pemograman yang diberikan. Hasil uji performa mesin pada produksi sabun cair membutuhkan waktu 20 menit untuk mengaduk 100 liter sabun cair sampai mencapai tingkat homogenitas yang standar, hasil ini meningkat 600 % lebih tinggi jika dibandingkan pengadukan secara manual dan 300 % lebih tinggi dibandingkan pengadukan menggunakan mesin pengaduk portable. Selain lebih unggul dari kapasitas produksi mesin pengaduk ini juga menghasilkan produk sabun cair yang lebih berkualitas karena tingkat homogen campuran yang lebih merata dan stabil dan tidak terkontaminasi dengan keringat operator.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


I. Mulyani, A. Koni, and W. Kurniawan, “Analisis Home Industry Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat,” J. Ekon. Syariah Indones., vol. 3, no. 1, pp. 63–76, 2024, doi: 10.57171/jesi.v3i1.117.

A. Fadlan, S. G. Pane, and I. H. Rangkuty, “Can Home Industry Support Employment Provision in Kota Pari Village?,” Best J. Adm. Manag., vol. 2, no. 4, pp. 190–196, 2024, doi: 10.56403/bejam.v2i4.187.

E. Journal, M. Furqon, M. Subkhan, N. M. Fauzi, N. Rohim, and N. Nursari, “327994-Pengaruh-Home-Industry-Terhadap-Peningka-2351E339,” vol. 1, pp. 55–64, 2019.

“https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kabupaten_dan_kota_di_Aceh.”

Https://aceh.bps.go.id/id/publication/2023, “https://aceh.bps.go.id/id/arc.”

I. Mikro and D. A. N. Kecil, “Industri mikro dan kecil provinsi aceh 2017,” 2017.

H. Andre et al., “Pengembangan Alat Pengaduk dengan Sistem Pembuangan Uap untuk Usaha Pembersih Lantai di Kota Padang,” vol. 2, pp. 49–53, 2024.

A. Z. Mustofa, P. Vitasari, and T. Priyasmanu, “Pada Pengatur Kecepatan,” vol. 4, no. 2, pp. 261–269, 2021.

R. Adolph, “Design and fabrication of locally made automated sop mixer,” vol. 15, no. January 2024, pp. 1–23, 2016.

E. A. Aiwize and J. I. Achebo, “Liquid Soap Production With Blends of Rubber Seed Oil (Rso) and Palm Kernel Oil (Pko) With Locally Sourced Caustic Potash (Koh),” Niger. J. Technol., vol. 31, no. 1, pp. 63–67, 2012.

T. I. Ogedengbe, “Development and performance evaluation of a liquid soap production machine for local soap industry in Nigeria,” J. Appl. Sci. Environ. Manag., vol. 23, no. 6, p. 1119, 2019, doi: 10.4314/jasem.v23i6.19.

H. FESSLER, “Design of Machine Elements,” Eng. Des., no. November, pp. 203–207, 1966, doi: 10.1016/b978-0-08-011192-6.50016-5.

D. D. Olodu, “Research Article Design and Construction of an Automated and Manual New-Fangled Fruit Juice Extractor,” no. November 2021, 2022, doi: 10.47933/ijeir.

R. Ahya, R. Prasetyo, M. P. Sari, and M. S. Lestari, “RANCANG BANGUN MESIN PENGADUK SABUN CUCI CAIR UNTUK MENGOPTIMALKAN WAKTU PRODUKSI PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA mesin pengaduk yang dibuat juga optimalisasi waktu standar berdasarkan kapasitas mesin tersebut , pada industri rumah tangga . Hal ini dapat menja,” J. Inkofar, vol. 5, no. 1, pp. 50–59, 2021.

M. Zuber and A. Alfansuri, “Rancang Bangun Alat Pengaduk Sabun Cair Bahan Baku Minyak Serai Wangi,” J. Energi dan Teknol. Manufaktur, vol. 3, no. 02, pp. 33–38, 2020, doi: 10.33795/jetm.v3i02.60.

F. J. Cañamero, A. R. Doraisingam, and M. Álvarez-Leal, “Mixing Performance Prediction of Detergent Mixing Process Based on the Discrete Element Method and Machine Learning,” Appl. Sci., vol. 13, no. 10, 2023, doi: 10.3390/app13106094.

R. Fajrul and S. Suhardiman, “Rancang Bangun Mesin Pengaduk Sabun Sunlike Di Usaha Istana Sultan Kreatif Desa Meskom,” Tanjak J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 1, 2024, doi: 10.35314/tanjak.v5i1.3759.

R. Fauzi, H. N. Nasution, F. Hastini, A. Zainy, and Y. R. Lumban Tobing, “Peggunaan Media Adobe Flash Terhadap Hasil Belajar Siswa Smkn 1 Tantom Angkola,” J. Educ. Dev., vol. 11, no. 1, pp. 437–442, 2022, doi: 10.37081/ed.v11i1.2687.

Setiyo Adi Nugroho, Daniel Rudjiono, and Febrian Rahmadhika, “Perancangan Identitas Perusahaan Dalam Bentukstationery Desain Di Rumah Kreasi Grafika,” Pixel J. Ilm. Komput. Graf., vol. 14, no. 1, pp. 48–57, 2021, doi: 10.51903/pixel.v14i1.456.

puguh, “Menjalankan motor listrik 3 fasa putar kanan kiri (forward reverse) ,” pp. 1–5, 2019, [Online]. Available: https://puguhoke20.blogspot.com/2019/10/menjalankan-motor-listrik-3-fasa-putar.html?m=1

W. S. Ramadhan, “https://www.kelistrikanku.com/2016/01/sistem-kontrol-motor-dua-putaran.html”.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.