Penyediaan Inkubator Telur Entog pada Seuramoe Farm di Desa Uteunkot Kecamatan Muaradua Kota Lhokseumawe

Muhammad Muhammad, Syahrul Azmi, Munawar Munawar, Eliyani Eliyani, Hanafi Hanafi

Sari


Usaha peternakan unggas terutama bebek memiliki peluang sangat potensial, sehingga banyak diminati masyarakat Indonesia, terdapat selisih yang tinggi antara kebutuhan/permintaan pasar dengan ketersediaan daging bebek secara nasional. Harga jual daging bebek dan telur bebek lebih tinggi dibandingkan jenis unggas lainnya. Seuramoe Farm merupakan peternak entog yang berada di desa Uteunkot kecamatan Muara Dua Lhokseumawe. Sebagai suatu usaha ternak entog skala kecil untuk meningkatkan ekonomi rumah tanggaa, seuramoe farm memiliki keterbatasan dalam  memenuhi permintaan DOD (Day Old Duck) di seputaran Lhokseumawe dan Aceh Utara. Keinginan untuk meningkatkan produktifitas usaha, saat ini terkendala pada pemahaman dan kemampuan penerapan teknologi khususnya belum  tersedianya Alat Penetas Telur dan belum mampu mengoperasikan penetas telur otomatis secara otomatis. Solusi dari permasalahn tersebut adalah pelatihan penggunaan dan penyediaan Alat penetas telur secara otomatis. Dengan penggunaan teknologi berupa alat penetas telur secara otomatis, pendapatan peternak diperkirakan akan meningkat menjadi hampir 100% dengan perkiraan telur yang dapat ditetaskan sebesar 50% dari total telur yang dihasilkan.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Supraptono, Ahmad Roziqin, dkk, Penyediaan Mesin Penetas Telur dan Peningkatan Kapasitas Produksi bagi Peternak Bebek Petelur di Kelurahan Nongkosawit, REKAYASA: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran , P-ISSN 0216-6631, E-ISSN 2527-6964, Vol. 17, no. 2, pp. 41-46, 2019.

Wikipedia, diaccess 29 Februari 2024, https://id.wikipedia.org/wiki/Itik_serati.

Sandi, S., Indra, A., Sari, M.L., &Y osi, F.(2018). Penerapan Sistem Kawin Sodok dan Mesin Tetas Meningkatkan Produktivitas Itik Pegagan. Jurnal Pengabdian Sriwijaya. 3 (2), 274-281.

Suyatno., Otomatisasi Mesin Tetas Untuk Meningkatkan Produksi DOC (Day Old Chick) Ayam Lurik dan Efisiensi Usaha, Jurnal Dedikasi, vol. 2, pp. 7-25, 2005.

Ahaya, R., & Akuba, S., Rancang Bangun Alat Penetas Telur Semi Otomatis, Jurnal Teknolog Pertanian Gorontalo (JTPG), vol 3, no. 1, pp. 44-50, 2013.

Abd El-Hack, M.E., Hurtado, C.B., Toro, D.M.,Alagawany, M., Abdelfattah, E.M., & Elnesr,S.S, Impact of environmental and incubation factors on hatchability of duck eggs, Biological Rhythm Research, pp. 1-10, 2019

Deka, P., Borgohain, R., & Barkalita, L. Design and Evaluation of a Low Cost Domestic Incubator for Hatching Japanese Quail Eggs, International Journal of Livestock Research, vol. 6, no. 1, pp. 92-97, 2016.

El-Hanoun, A.M., Rizk, R.E., Shahein, E.H.A.,Hassan, N. S., & Brake, J., Effect of incubation humidity and flock age on hatchability traits and posthatch growth in Pekin ducks, Poultry science, vo. 91, no. 9, pp. 2390-2397, 2012

Goher, L.M., Kamar, G.A.R., Hussein, H.A., & Nasrat, G.E. (1980). Fertility and hatchability in duck eggs, .Agricultural Research Review,58(6), 245257.

Kyeremeh, F. & Peprah, F., Design and Construction of an Arduino Microcontrollerbased EGG Incubator, International Journal of Computer Applications, Vol. 168, no. 1, pp. 15-23, 2017.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.