Pemenuhan Keterampilan Praktis Untuk Santri Dayah Terpadu Al-Muslimun Lhoksukon dengan Pelatihan Pengelasan Pembuatan Rak Bunga

Usman Usman, Musbar Musbar, Azwar Azwar, Aiyub Aiyub, Ilyas Ilyas

Sari


Dayah terpadu adalah sebuah konsep pendidikan Islam yang mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan agama, ilmu pengetahuan umum, dan keterampilan praktis. Dayah Terpadu secara umum dibentuk untuk menciptakan individu yang memiliki pemahaman yang utuh tentang agama serta siap menghadapi tantangan kehidupan modern. Pendekatan ini dapat membantu para santri untuk menjadi warga yang berkontribusi positif dalam Masyarakat. Tujuan utama dari dayah terpadu adalah untuk memberikan pendidikan yang holistik kepada para santri (siswa), sehingga mereka tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang baik tetapi juga keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sebuah dayah terpadu juga membekali santrinya dengan pengetahuan praktis. Dayah Terpadu Al Muslimun telah melakukan hal tersebut walau belum maksimal. Sekarang pengetahuan praktis yang diajarkan kepada santri adalah pengetahuan dasar robotik dan instrumentasi pengendali, sementara bidang lain belum tersentuh. Di sisi lain, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh manajemen Dayah Terpadu Al Muslimun, terbukti bahwa jumlah alumni yang melanjutkan pendidikan di bidang teknik lumayan besar, termasuk di dalamnya adalah ke jurusan teknik mesin. Solusi yang ditawarkan berdasarkan permasalah yang dihadapi oleh mitra adalah pemberian pelatihan pengelasan las listrik kepada santri Dayah Terpadu Al-Muslimun yang berminat di bidang pengelasan. Solusi ini disesuaikan dengan salah satu tujuan dayah terpadu yaitu pembekalan santri dengan keterampilan praktis. Sebagai produk yang juga akan menjadi media pelatihan adalah rak bunga. Rak bunga tersebut nantinya juga akan disumbangkan ke Dayah Terpadu Al-Muslimun yang sedang melakukan renovasi taman bunga.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


F. Fakhrurrazi, “Dinamika Pendidikan Dayah antara Tradisionnal dan Modern,†At-Tafkir, vol. 10, no. 2, pp. 100–111, 2017.

M. Anshori and B. E. Wardana, “Implementasi Metode Bandongan dan Metode Sorogan dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tanwirunnida’Dusun Rambeanak 2 Desa Rambeanak Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang,†in Seminar Nasional Paedagoria, 2022, pp. 292–302.

T. B. Santoso, S. Solichin, and P. Trihutomo, “Pengaruh kuat arus listrik pengelasan terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro las SMAW dengan elektroda E7016,†Jurnal Teknik Mesin Universitas Negeri Malang, vol. 23, no. 1, p. 141149, 2015.

Y. Oktopiani and N. Nurwathi, “Rancangan Standar Operasional Prosedur (Sop) Pekerjaan Pengelasan Sesuai Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Menggunakan Metode Job Safety Analysis (Jsa),†in Prosiding Seminar Sosial Politik, Bisnis, Akuntansi dan Teknik, 2023, pp. 192–196.

Y. Yusmita and H. Hasanah, “Penerapan Ergonomi K3 dalam Proses Pengelasan,†Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN), vol. 3, no. 2, pp. 19–23, 2020.

M. Arsyad, A. H. Razak, H. Hasyim, and H. Hasil, “Penerapan K3 Dalam Proses Pengelasan,†in Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M), 2020, pp. 31–34.

A. Rahmatika, E. Sutarto, and A. C. Arifin, “Pengujian merusak pada kualifikasi prosedur las plat baja karbon SA-36 dengan proses pengelasan SMAW berdasarkan standar ASME section IX,†Jurnal Vokasi Teknologi Industri (Jvti), vol. 3, no. 1, 2021.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.