Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Teh Herbal DASUMEL Dengan Memanfaatkan (Daun Sukun & Bunga Melati) Untuk Meningkatkan Kualitas Usaha Masyarakat Mikro-Di Desa Lancang Garam Kota Lhokseumawe

Amanda Humairah, Alfian Putra, Uswatun Hasanah, Husna Sari

Sari


Teh herbal daun sukun & bunga melati yaitu minuman herbal yang dibuat dalam bentuk bubuk teh menggunakan bahan daun sukun & bunga melati yang memilik banyak manfaat antara lain, menurunkan kadar kolestrol, menurunkan darah tinggi, gagal ginjal, mengobati penyakit kardiovaskular, asam lambung, alergi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan melalui seminar dihadapan masyarakat dan menjelaskan bagaimana pembuatan Teh Herbal DASUMEL dan manfaatnya beserta menjelaskan bahwa teh herbal DASUMEL dapat dijadikan usaha mikro. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di desa Lancang Garam, Lhokseumawe. Mayoritas masyarakat yang hadir yaitu wanita. Proporsi terbesar wanita berusia >30 tahun, dan sedikit diantaranya berusia <30 tahun. Yang dimana rerata usia masyarakat yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yaitu berusia 40 tahun. Konsumen teh herbal terbanyak lebih disukai dikalangan dewasa karena aroma herbalnya yang khas dan lembut, teh herbal juga dapat dikonsumsi sebagai obat tradisional. Sedangkan para anak-anak atau remaja lebih banyak yang menyukai teh hitam yang diproduksi dari daun teh (camellia sinensis). Kegiatan pengabdian masyarakat “pemberdayaan masyarakat dalam upaya peningkatan produktivitas teh herbal DASUMEL dengan memanfaatkan (Daun Sukun & Bunga Melati) untuk meningkatkan Kualitas Usaha Masyarakat Mikro-di Desa Lancang Garam Kota Lhokseumawe†telah berhasil meningkatkan pemikiran masyarakat untuk memproduksi atau mengolah daun sukun & melati menjadi sebuah produk teh herbal dan dapat membuat usaha mikro bagi masyarakat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Astuti, R. (2020). Pemanfaatan Bunga Melati Sebagai Sumber Antioksidan Alami Pada Produk Herbal. Jurnal Sains dan Kesehatan, 7(1), 45-56.

Direktorat Jendral Holtikultura. 2014. Produksi Tanaman Holtikul tura 10 Sukun.http://aplikasi. Perta nian.go.id/bdsp/hasilkom.asp. Diakses tanggal 30 September 2015.

Hasibuan, A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Usaha Mikro di Pedesaan. Jurnal Ekonomi Rakyat, 8(4), 215-228.

Iskandar, S. (2021). Strategi Peningkatan Kualitas Produk UMKM Berbasis Potensi Lokal. Prosiding Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi, 2(1), 112-119.

Kurniawati, D., & Sari, Y. (2022). Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Produk Teh Herbal Lokal. Jurnal Pemberdayaan dan Inovasi, 3(2), 87-95.

Suherman, T. (2017). Pemanfaatan Sumber Daya Alam Berkelanjutan: Studi Kasus di Desa Lancang Garam. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 6(3), 98-104.

Susanti, R. (2020). Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekonomi Lokal Melalui Produk Inovatif. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 12(2), 174-189.

Zainuddinnur, M., dkk 2016. Proses Pembuatan Teh Herbal Daun Sukun Dengan Optimasi Proses Pengeringan Dan Penambahan Bubuk Kayu Manis Dan Cengkeh. http://doi.org/10.34128/jtai.v3i1.11. Di Publish tanggal 8 Maret 2017


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.