Ekstraksi Minyak Atsiri Bunga Kenanga (Cananga Odorata) Dengan Perbandingan Metode Distilasi Uap dan Teknik Enfleurasi

Syafruddin Syafruddin, Ratni Dewi, Ratna Sari

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik minyak kenanga dan kualitas minyak kenanga sesuai SNI 16-3049-1005, serta mengetahui metode mana yang lebih efektif. Untuk menghasilkan minyak atsiri bunga kenanga pada penelitian ini akan membandingkan 2 (dua) metode ekstraksi yaitu metode destilasi uap dan metode enfleurasi. Untuk metode destilasi uap penelitian dilakukan dengan cara mengeringkan bunga kenanga menggunakan oven pada suhu 55oC selama 1 jam, lalu bunga kenanga diesktraksi memakai metode destilasi uap selama 6 jam. Sedangkan untuk metode enfleurasi bunga segar akan ditempatkan pada chasis kaca yang sudah diolesi lemak. Selanjutnya minyak yang terserap akan dipisahkan dengan lemak menggunakan pelarut, disaring dan dimasukkan kedalam rotary evaporator. Minyak bunga kenanga dilakukan Analisa komponen senyawa menggunakan GC-MS. Untuk mengetahui kualitas minyak atsiri bunga kenanga, dilakukan karakteristik sifat fisik yang meliputi warna, bau, dan bobot jenis minyak kenanga. Uji kualitas fisik minyak kenanga sesuai dengan standar SNI 06-3949-1005. Hasil analisis GC-MS mengidentifikasikan adanya 20 komponen kimia penyusun minyak kenanga. Komponen utama penyusun minyak kenanga hasil distilasi uap adalah farnesene (26,67%), germacrene D (24,65%), á-caryophyllene (7,22%), benzyl benzoate (8,29%) dan linalool (2,92%) sedangkan hasil dari enfleurasi komponen farnesene (28,53%), germacrene D (26,75%), á-caryophyllene (8,11%), benzyl acetate (5,36%) dan  linalool (3,31%). Untuk bobot jenis minyak atsiri bunga kenanga metode destilasi uap memiliki bobot jenis 0,912 g/ml dan bobot jenis dari metode enfleurasi 0,908 g/ml. Untuk warna yang dihasilkan didapat warna kuning muda serta bau aromatik bunga kenanga segar untuk enfleurasi dan untuk distilasi uap warna kuning tua dan aroma kurang segar.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Julianto, Tatang. 2016. Minyak Atsiri Bunga Indonesia. Yogyakarta.

Pujiarti dan Sunarta. 2015. Kualitas komposisi kimia dan aktivitas antioksidan minyak kenanga (Cananga odorata). Jurnal Ilmu Kehutanan. Vol.9, No. 1.

Dusturia, N., dan Sudiarti, D. 2016. Efektifitas antibakteri bunga kenanga (Cananga odorata) dengan metode konvensional terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Bioshell. Vol. 5, No. 1.

Mukhriani. 2014. Ektraksi Pemisahan Senyawa dan Identifikasi Senyawa aktif. Skripsi. Makassar : Progam Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin.

Sani Rachmawati dan Mahfud, M. 2012. Pengambilan Minyak atsiri dari Melati dengan Metode Enfleurasi dan Ektraksi Pelarut Penguap. Jurnal Teknik POMITS Vol.1 No.1.

Sundari E., Praputri E., dan Sofyan. 2021. Pengambilan Minyak Atsiri Bunga Melati dengan Metode Enfleurasi. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas. Vol.25, No.2.

Guenther, E. 1952. The Essential oil Volume I. Van Nostrand. Reinhold Company. New York.

Patrisia, S dan Suhendra, L. 2017. Pengaruh Jenis Lemak pada Minyak Nabati padaproses Ektraksi Sistem Enfleurasi terhadap Karakteristik Minyak Atsiri Bunga Kamboja Cendana (Plumera alba). Jurnal Rekayasa dan Management Agroindustri Vol 5, No 2

Sari, Nirmala. 2018. Analisis GC-MS Senyawa Bioaktif Pencegah Penyakit Degeneratif Dari Ektrak Etanol Kulit Buah Jamblang (Sgizium Cumini). Skripsi. Banda ACEH: Jurusan Biologi.

Hudiyanti, Dwi. 2018. Fosfolipida : Biosurfraktan, Ed. 1, Cet.1. Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.