Analisis Student’s Syndrome terhadap Keterlambatan Progres Pekerjaan pada Proyek Konstruksi Gedung Kampus

Reiza Wahyu Rahmadani, Lusiana Lusiana, Lusiana Lusiana, Rafie Rafie, Rafie Rafie

Abstract


Student’s Syndrome merupakan perilaku menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu yang dapat berdampak pada menurunnya produktivitas serta keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi. Dalam praktik pelaksanaan proyek, perilaku ini sering menyebabkan ketidaksesuaian antara progres rencana dan realisasi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terjadinya Student’s Syndrome pada tenaga kerja berdasarkan progres pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung Kampus Institut Teknologi dan Bisnis SABDA SETIA. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pihak pelaksana proyek, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen proyek berupa time schedule dan laporan prestasi mingguan. Dari total 73 item pekerjaan, sebanyak 30 item dipilih sebagai sampel untuk dianalisis berdasarkan perbandingan progres rencana dan realisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh item pekerjaan yang ditinjau mengalami keterlambatan dengan rentang 3 hingga 16 minggu dari jadwal rencana. Ditemukan pola lonjakan volume pekerjaan pada minggu-minggu akhir pelaksanaan, yang mengindikasikan adanya Student’s Syndrome. Faktor penyebab utama berasal dari faktor internal, seperti penundaan pekerjaan, keterlambatan kehadiran tenaga kerja, keterbatasan tenaga kerja pada tahap awal, serta lemahnya pengawasan. Faktor eksternal berupa keterlambatan distribusi readymix akibat kelangkaan material juga memperparah keterlambatan proyek. Meskipun demikian, beberapa pekerjaan menunjukkan volume realisasi yang melebihi rencana, menandakan kemampuan teknis tenaga kerja yang sebenarnya memadai. Dapat disimpulkan bahwa Student’s Syndrome berperan signifikan terhadap keterlambatan proyek konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan yang lebih ketat, perencanaan waktu yang realistis, serta penerapan manajemen waktu yang disiplin. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya mempertimbangkan aspek perilaku manusia dalam pengelolaan waktu proyek konstruksi.

Keywords


Student’s Syndrome; produktivitas tenaga kerja; proyek konstruksi; manajemen waktu

References


Anastasiu, L., Câmpian, C., & Roman, N. (2023). Boosting construction project timeline: The case of Critical Chain Project Management (CCPM). Buildings, 13(5).

Ballard, G. (2000). The last planner system of production control (Doctoral dissertation). University of Birmingham, UK.

Elmaghraby, S. E. (2017). Activity networks: Project planning and control by network models. New York, NY: Wiley.

Ervianto, W. I. (2023). Manajemen proyek konstruksi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Goldratt, E. M. (1997). Critical chain. Great Barrington, MA: North River Press.

Herroelen, W., & Leus, R. (2001). On the merits and pitfalls of Critical Chain Scheduling. Journal of Operations Management, 19(5), 559–577.

Kasiram, M. (2008). Metode penelitian kuantitatif-kualitatif. Malang: UIN Malang Press.

Khahro, S. H., Shaikh, H. H., Zainun, N. Y., Sultan, B., & Khahro, Q. H. (2023). Delay in decision-making affecting construction projects: A sustainable decision-making model for mega projects. Sustainability, 15(7).

Kerzner, H. (2018). Project management: A systems approach to planning, scheduling, and controlling (12th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.

Kostrzewa-Demczuk, P. (2024). Construction schedule versus various constraints and risks. Applied Sciences, 14(1).

Leach, L. P. (2014). Critical chain project management (2nd ed.). Norwood, MA: Artech House.

Nyqvist, R., Peltokorpi, A., & Seppänen, O. (2024). Uncertainty network modeling method for construction risk management. Construction Management and Economics, 42(4), 346–365.

Simanjuntak, P. J. (1985). Produktivitas tenaga kerja. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Soehendradjati. (1990). Manajemen konstruksi bagian 1. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Song, J., Munyinda, M., & Adu Sarfo, P. (2025). Examining the impact of risk management practices on sustainable project performance in the construction industry: The role of stakeholder engagement. Frontiers in Built Environment, 11.

Sugiyanto. (2021). Manajemen proyek rantai kritis. Jakarta: Cipta Media Nusantara.

Suranata, P., Jawat, I., Laksmi, I. A., & Dharmastika, I. G. A. (2025). Buffer time analysis in construction project scheduling with Critical Chain Project Management (CCPM) method.

Triatmadja, R., Benazir, B., Tahalele, M., Pratomo, A. N. R., & Yuwono, N. (2025). Impact of tsunamis on buildings in array layouts as macro roughness: Lessons from the 2018 Anak Krakatau event through DualSPHysics modeling. Natural Hazards, 121, 9679–9704.

Wang, S., Feng, K., & Wang, Y. (2023). Modeling performance and uncertainty of construction planning under deep uncertainty: A prediction interval approach. Buildings, 13(1).

Zhang, L., He, J., & Zhou, S. (2022). Behavioral factors influencing construction project delays: Evidence from developing countries. Journal of Construction Engineering and Management, 148(3).




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v17i2.8590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Reiza Wahyu Rahmadani, Lusiana Lusiana, Lusiana Lusiana, Rafie Rafie, Rafie Rafie