Analisis Kehilangan Air pada Sekunder BKTM.1 Daerah Irigasi Way Seputih UPTD Seputih Mataram Lampung Tengah
Abstract
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Amber, J. S. (1991). Irigasi di Indonesia. Jakarta: LP3ES.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Kabupaten Lampung Tengah dalam angka 2024. Lampung Tengah: BPS Kabupaten Lampung Tengah.
Bustomi. (2000). Prinsip dasar analisis kebutuhan air dan ketersediaan air irigasi. Dalam Kursus Singkat Sistem Sumber Daya Air Dalam Otonomi Daerah II. Yogyakarta: Grup Sumber Daya Air Laboratorium Hidrolika, JTS-FT UGM.
Chow, V. T. (1959). Open-channel hydraulics. New York: McGraw-Hill Book Company.
Departemen Pekerjaan Umum. (1986a). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan bagian jaringan (KP-01). Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
Departemen Pekerjaan Umum. (1986b). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan bagian saluran (KP-03). Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2013). Pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.
Doorenbos, J., & Pruitt, W. O. (1977). Guidelines for predicting crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper 24). Rome: Food and Agriculture Organization (FAO).
Hambali, R., & Apriyanti, Y. (2016). Studi karakteristik sedimen dan laju sedimentasi Sungai Daeng–Kabupaten Bangka Barat. FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), 4(2), 165-174.
Hansen, V. E., Israelsen, O. W., & Stringham, G. E. (1986). Dasar-dasar dan praktek irigasi. Jakarta: Erlangga.
Hasan, M. (2005). Bangun irigasi dukung ketahanan pangan. Majalah Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Iswinarti. (2016). Kehilangan air akibat rembesan ke dalam tanah, beserta perhitungan efisiensinya pada saluran irigasi sekunder Rejoagung I dan II. Intake: Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan, 7(2), 25-35.
Kurnia. (1997). Hemat air irigasi: Kebijakan, teknik, pengelolaan dan sosial budaya. Bandung: Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran.
Metanggui, A. S. H., Dhalhar, M. A., & Priyanto, H. A. (1986). Penelitian kehilangan dan perembesan air pada saluran di daerah pengairan Way Seputih, Lampung Tengah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Partowijoto. (1984). Kapita selekta teknik tanah dan air. Majalah Dunia Insinyur, 12(3), 45-52.
Raharja, B. (2011). Pengukuran debit dan pengambilan sampel. Balai Hidrologi dan Tata Air Puslibang SDA. Diakses dari http://raharjabayu.wordpress.com/2011/06/13/pengukuran-debit-dan-pengambilansampel/
Sari, D. M., Wahono, E. P., & Kusumastuti, D. I. (2021). Efisiensi irigasi berdasarkan kondisi saluran di Daerah Irigasi Punggur Utara. Rekayasa: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 24(2), 36-40. https://doi.org/10.23960/rekrjits.v24i2.17
Soemarto, C. D. (1995). Hidrologi teknik. Jakarta: Erlangga.
Sudjarwadi. (1987). Teknik sumber daya air. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil UGM.
Suyana. (1999). Kajian unsur hara dan irigasi pada lahan pertanian intensif. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Triatmodjo, B. (1995). Hidrolika II. Yogyakarta: Beta Offset.
Usman, K. O. (2014). Analisis sedimentasi pada muara Sungai Komering Kota Palembang (Disertasi tidak diterbitkan). Universitas Sriwijaya, Palembang.
Utami, E. B., & Kusumastuti, D. I. (2020). Analisis efisiensi dan kehilangan air pada jaringan irigasi Daerah Irigasi Sekampung Bunut. Jurnal Rekayasa Sumber Daya Air dan Drainase (JRSDD), 8(4), 777-786.
Wiganti, S. (2006). Analisis hubungan debit dan kehilangan air pada saluran irigasi tersier di Daerah Irigasi Punggur Utara Ranting Dinas Pengairan Punggur Lampung Tengah. Jurnal Teknik Pertanian Universitas Lampung, 7(1), 15-22.
Wusunahardja, P. J. (1991). Efisiensi dan kehilangan air irigasi. Jurnal Informasi Teknik, 8(1), 45-53.
DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v17i2.8257
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Kodirman Wijaya, Ilyas Sadad





