Analisis Kehilangan Air pada Sekunder BKTM.1 Daerah Irigasi Way Seputih UPTD Seputih Mataram Lampung Tengah

Kodirman Wijaya, Ilyas Sadad

Abstract


Air merupakan unsur vital bagi pertumbuhan tanaman karena berperan dalam proses penyerapan unsur hara dari tanah yang dibutuhkan untuk pembentukan jaringan dan perkembangan sel tanaman. Ketersediaan air yang tidak merata sering menimbulkan ketidakefisienan dalam sistem irigasi, sehingga diperlukan analisis terhadap kehilangan air guna meningkatkan efektivitas distribusi dan efisiensi penggunaan air pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kehilangan air pada saluran sekunder BKTM.1 di Daerah Irigasi Way Seputih, UPTD Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, serta mengidentifikasi faktor penyebab dan implikasinya terhadap kinerja saluran. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei dan pengukuran langsung di lapangan. Data primer mencakup kecepatan aliran, dimensi penampang saluran, dan volume sedimentasi yang diukur menggunakan alat current meter, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pengelola jaringan irigasi. Analisis debit dilakukan dengan metode mean section, dan kehilangan air dihitung menggunakan persamaan ð»ð‘› = ð¼ð‘› – ð‘‚ð‘¢ð‘¡. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa debit rencana pada saluran sekunder BKTM.1 sebesar 1,46 m³/dt. Berdasarkan hasil survei lapangan, debit aktual di bagian hulu sebesar 0,87 m³/dt dan di bagian hilir sebesar 0,86 m³/dt, sehingga kehilangan air hanya sebesar 0,01 m³/dt atau tergolong sangat kecil. Faktor utama penyebab kehilangan air adalah sedimentasi dengan volume total 3,405 m³ (3,40%), yang masih jauh di bawah ambang batas pengerukan, yaitu ≥20 m³ (20%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa saluran sekunder BKTM.1 masih berfungsi secara efisien dengan tingkat kehilangan air yang rendah. Rekomendasi diberikan agar dilakukan pemeliharaan berkala, pengendalian sedimentasi, dan peningkatan kapasitas saluran untuk menjaga kontinuitas aliran. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perencanaan rehabilitasi jaringan irigasi lainnya serta mendukung kebijakan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan nasional.

Keywords


Saluran sekunder; Debit; Sedimen; Kebutuhan Air

References


Amber, J. S. (1991). Irigasi di Indonesia. Jakarta: LP3ES.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Kabupaten Lampung Tengah dalam angka 2024. Lampung Tengah: BPS Kabupaten Lampung Tengah.

Bustomi. (2000). Prinsip dasar analisis kebutuhan air dan ketersediaan air irigasi. Dalam Kursus Singkat Sistem Sumber Daya Air Dalam Otonomi Daerah II. Yogyakarta: Grup Sumber Daya Air Laboratorium Hidrolika, JTS-FT UGM.

Chow, V. T. (1959). Open-channel hydraulics. New York: McGraw-Hill Book Company.

Departemen Pekerjaan Umum. (1986a). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan bagian jaringan (KP-01). Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

Departemen Pekerjaan Umum. (1986b). Standar perencanaan irigasi: Kriteria perencanaan bagian saluran (KP-03). Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2013). Pedoman operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Doorenbos, J., & Pruitt, W. O. (1977). Guidelines for predicting crop water requirements (FAO Irrigation and Drainage Paper 24). Rome: Food and Agriculture Organization (FAO).

Hambali, R., & Apriyanti, Y. (2016). Studi karakteristik sedimen dan laju sedimentasi Sungai Daeng–Kabupaten Bangka Barat. FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil), 4(2), 165-174.

Hansen, V. E., Israelsen, O. W., & Stringham, G. E. (1986). Dasar-dasar dan praktek irigasi. Jakarta: Erlangga.

Hasan, M. (2005). Bangun irigasi dukung ketahanan pangan. Majalah Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Iswinarti. (2016). Kehilangan air akibat rembesan ke dalam tanah, beserta perhitungan efisiensinya pada saluran irigasi sekunder Rejoagung I dan II. Intake: Jurnal Penelitian Ilmu Teknik dan Terapan, 7(2), 25-35.

Kurnia. (1997). Hemat air irigasi: Kebijakan, teknik, pengelolaan dan sosial budaya. Bandung: Pusat Dinamika Pembangunan Universitas Padjadjaran.

Metanggui, A. S. H., Dhalhar, M. A., & Priyanto, H. A. (1986). Penelitian kehilangan dan perembesan air pada saluran di daerah pengairan Way Seputih, Lampung Tengah. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Partowijoto. (1984). Kapita selekta teknik tanah dan air. Majalah Dunia Insinyur, 12(3), 45-52.

Raharja, B. (2011). Pengukuran debit dan pengambilan sampel. Balai Hidrologi dan Tata Air Puslibang SDA. Diakses dari http://raharjabayu.wordpress.com/2011/06/13/pengukuran-debit-dan-pengambilansampel/

Sari, D. M., Wahono, E. P., & Kusumastuti, D. I. (2021). Efisiensi irigasi berdasarkan kondisi saluran di Daerah Irigasi Punggur Utara. Rekayasa: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 24(2), 36-40. https://doi.org/10.23960/rekrjits.v24i2.17

Soemarto, C. D. (1995). Hidrologi teknik. Jakarta: Erlangga.

Sudjarwadi. (1987). Teknik sumber daya air. Yogyakarta: Biro Penerbit Teknik Sipil UGM.

Suyana. (1999). Kajian unsur hara dan irigasi pada lahan pertanian intensif. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

Triatmodjo, B. (1995). Hidrolika II. Yogyakarta: Beta Offset.

Usman, K. O. (2014). Analisis sedimentasi pada muara Sungai Komering Kota Palembang (Disertasi tidak diterbitkan). Universitas Sriwijaya, Palembang.

Utami, E. B., & Kusumastuti, D. I. (2020). Analisis efisiensi dan kehilangan air pada jaringan irigasi Daerah Irigasi Sekampung Bunut. Jurnal Rekayasa Sumber Daya Air dan Drainase (JRSDD), 8(4), 777-786.

Wiganti, S. (2006). Analisis hubungan debit dan kehilangan air pada saluran irigasi tersier di Daerah Irigasi Punggur Utara Ranting Dinas Pengairan Punggur Lampung Tengah. Jurnal Teknik Pertanian Universitas Lampung, 7(1), 15-22.

Wusunahardja, P. J. (1991). Efisiensi dan kehilangan air irigasi. Jurnal Informasi Teknik, 8(1), 45-53.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v17i2.8257

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Kodirman Wijaya, Ilyas Sadad