Analisis Faktor-Faktor Kinerja Pengelolaan Persampahan Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bone
Abstract
Pengelolaan Manajemen persampahan merupakan bentuk sederhana, persampahan disuatu daerah yang diperuntukkan untuk kota sedang dan kecil yang merupakan suatu karakteristik tiap kota. Salah satu lokasi yang merupakan objek penelitian penulis adalah Kabupaten Bone. Sistem Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bone yaitu sistem door to door dan komunal tetapi tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satu faktornya pada sistem komunal yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dan kurangnya sarana pengangkut sampah.yang masih belum terakomodir/belum cukupAnalisis yang digunakan adalah analisis tabulasi silang dan analisis regresi linier berganda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis problematika pengelolaan persampahan berbasis masyarakat di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang ada dalam pengelolaan persampahan berbasis masyarakat terdapat pada variabel X1 (sosialisasi pengelolaan sampah) yaitu kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat secara efektif, sehingga pemahaman/penegasan masyarakat kurang dipahami, begitupun juga pada X2 (dukungan sarana prasarana) tidak mendukung/memenuhi misalnya ketersediaan TPS dan pewadahan.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Andiyanti, S. (1999). Klasifikasi sampah perkotaan.
Arikunto, S. (1989). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Atmosudirjo, P. (1982). Administrasi dan manajemen umum. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Azkha. (2006). Analisis timbulan, komposisi dan karakteristik sampah di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 14–18.
Badan Standarisasi Nasional. (1991). Standar Nasional Indonesia (SNI) S 04–1991–03 tentang spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan kota sedang di Indonesia. Departemen Pekerjaan Umum.
Damanhuri, D., & Padmi, T. (2004). Diktat pengelolaan sampah. Bandung: Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Departemen Pekerjaan Umum. (1999). Paradigma pengelolaan sampah dan permasalahan sampah.
Dinas Pekerjaan Umum. (1990). SK SNI T-13-1990-F tentang tata cara pengelolaan teknis sampah perkotaan. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.
Kerlinger, F. N. (2006). Asas-asas penelitian behaviour (Ed. 3, Cet. 7). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kodoatie, R. J. (2003). Manajemen dan rekayasa infrastruktur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Moleong, L. J. (2004). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Roscoe, J. T. (1975). Fundamental research statistics for the behavioural sciences (2nd ed.). New York: Holt Rinehart & Winston.
SNI 19-2454-2002. (2002). Tata cara teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan (ICS 27.180).
SNI 19-3964-1994. (1994). Metode pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah perkotaan.
SNI 19-3983-1995. (1995). Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan sedang di Indonesia.
SNI 19-7030-2004. (2004). Spesifikasi kompos dari sampah organik domestik.
Soemirat, S. (2009). Jenis dan karakteristik sampah. Yogyakarta.
Sudjana. (1992). Metode statistika. Bandung: Tarsito.
Sudjana. (1996). Metode statistik. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. (2006). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sumaatmadja, N. (1998). Manusia dalam konteks sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Bandung: CV Alfabeta.
Supranto, M. A. (2011). Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan untuk menaikkan pangsa pasar (Cet. 4). Jakarta: PT Rineka Cipta.
Tchobanoglous, G., Theisen, H., & Vigil, S. A. (1993). Integrated solid waste management. New York: McGraw-Hill.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v17i1.6678
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Rizky Aprianti Azis, Christy Agatha Makupiola





