Pengaruh Penambahan Limbah Granit sebagai Substitusi Agregat Kasar dan Quarry Dust sebagai Substitusi Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Beton

Gilang Sultona, Agyanata Tua Munthe

Abstract


Seiring dengan pesatnya pembangunan, kebutuhan material konstruksi meningkat, sementara sumber daya alam semakin terbatas. Penambangan bahan baku beton, seperti batu split, dapat mengancam keberlanjutan pasokan material. Oleh karena itu, penting untuk mencari alternatif bahan yang ramah lingkungan dan ekonomis, seperti limbah granit dan Quarry Dust (abu batu) sebagai substitusi agregat kasar dan halus dalam beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah granit sebagai substitusi agregat kasar dan Quarry Dust sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan beton kontrol (f’c = 20 MPa) dan variasi beton yang mengandung limbah granit (3%, 5%, 8%, 10%) dan Quarry Dust 40%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa beton dengan substitusi limbah granit 3% dan Quarry Dust 40% memiliki kuat tekan 21,89 MPa, sedangkan beton dengan 10% limbah granit dan Quarry Dust 40% hanya mencapai 15,83 MPa. Nilai slump beton meningkat seiring dengan peningkatan persentase limbah granit, namun kuat tekan menurun. Beton dengan substitusi limbah granit 3% memberikan hasil terbaik dalam hal kuat tekan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan limbah granit dan Quarry Dust dapat diterapkan sebagai alternatif material beton yang ramah lingkungan, meskipun pengaruh terhadap kuat tekan perlu diperhatikan.

Keywords


limbah abu batu; limbah granit; kuat tekan beton; slump; daya serap air beton

References


Amirul Aziz Rusdi, A., & S, M. F. (2019). Pengaruh penambahan bottom ash dan serbuk cangkang bekicot (Achatina fulica) sebagai pengganti sebagian semen pada bata ringan. Rekayasa Teknik Sipil, 1–7.

Agyanata Tua Munthe, T. D. (2024). G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 8(1), 186–195. https://ejournal.uniramalang.ac.id/index.php/g-tech/article/view/1823/1229

Badan Standarisasi Nasional. (1989). SK SNI 04-1989-F spesifikasi bahan bangunan bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam). Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SNI 03-1968-1990 metode pengujian tentang analisis saringan agregat halus dan kasar. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SNI 03-1971-1990 metode pengujian kadar air agregat. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SNI 03-1972-1990 metode pengujian slump beton. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1992). SNI 03-2914-1992 spesifikasi beton bertulang kedap air. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1996). SNI 03-0691-1996 bata beton (paving block). Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2000). SNI 03-2834-2000 tata cara pembuatan rencana campuran beton normal. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 1974:2011 cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (2016). SNI 1970:2016 metode uji berat jenis dan penyerapan air agregat halus. Badan Standardisasi Nasional.

Erawati, N. K., Kadek, N., Purwati, R., Ayu, I. D., & Dıah, P. (2022). Analisis perbandingan perancah bambu dan scaffolding untuk pekerjaan struktur beton bertulang pada proyek SMKN 7 Denpasar. 8(September 2010), 71–80.

Fitriyanti, F., & Ismawati, I. (2023). Pengujian kuat tekan beton pada pekerjaan pembangunan rumah dinas asisten Kejati Sulsel. Jurnal Teknik Sipil Universitas Lamappapoleonro, 1(2), 66–71.

Hadi, S. (2020). Pengaruh penambahan limbah granit terhadap kuat tekan beton. Ganec Swara, 14(1), 476. https://doi.org/10.35327/gara.v14i1.123

Handayani, F., Studi, P., Sipil, T., Teknik, F., Kalimantan, U. I., & Banjarmasin, K. (2019). Manfaat limbah abu batu sebagai tambahan material bahan bangunan. 59–68.

Kamajaya Asrul, P. (2012). SNI ASTM C136:2012 metode uji untuk analisis saringan agregat halus dan agregat kasar. Badan Standardisasi Nasional, 1–24.

Mardiaman, Fadly, A., & Indriasari. (2022). Pengaruh penambahan batu granit dan rambut sebagai filler terhadap kuat tekan dan lentur beton. Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH, 3(1), 11–22. https://doi.org/10.33541/cen.v3i1.3821

Nugroho, W. A. (2023). Pengaruh penambahan limbah beton sebagai substitusi agregat kasar dan Quarry Dust sebagai substitusi agregat halus terhadap kuat tekan beton. 1–23.

Pratiwi, L. C., & Wardana, I. A. (2022). Pengaruh limbah granit dan limbah karbit sebagai substitusi semen terhadap kuat tekan beton. Jurnal Kacapuri: Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 5(1), 381. https://doi.org/10.31602/jk.v5i1.7567

Sumarno, A., & Fitriawan, L. F. (2021). The effect of sawdust as substitution of fine aggregate on compressive strength of concrete. ADRI International Journal of Civil Engineering, 6(2), 81–87. https://doi.org/10.29138/aijce.v6i2.39

Sugiyono & Pratama. (2023). Analisa pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen menggunakan metode kuantitatif pada CV. Meubele Berkah Tangerang. Indonesian Journal on Software Engineering (IJSE), 5(1), 19–28. https://doi.org/10.31294/ijse.v5i1.5861




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v17i1.6582

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Gilang Sultona, Agyanata Tua Munthe