Analisis Penyebab Ketidaklayakan Hunian dan Persentase Penggunaan BSPS dalam Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Studi Kasus: Kegiatan BSPS di Dusun Temiang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat)

Rivaldo Imanuel, Waluyo Nuswantoro, Apria Brita Pandohop Gawei

Abstract


Rumah memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sebagai tempat tinggal, sarana pembinaan keluarga, dan cerminan martabat penghuninya. Namun, banyak rumah yang tidak memenuhi standar kelayakan dan dikenal sebagai Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Faktor penyebab RTLH termasuk kurangnya pengetahuan tentang konstruksi, pendapatan terbatas, dan kondisi rumah yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen masalah dan menilai kelayakan rumah tidak layak huni milik warga penerima bantuan di Dusun Temiang, Kabupaten Landak, serta menentukan nilai dalam rencana perbaikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengorganisasi data melalui teknik analisis deskriptif, yang melibatkan survei, dokumentasi, dan kuisioner dari 14 sampel penerima bantuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar ketidaklayakan disebabkan oleh masalah pada aspek kesehatan dan kecukupan luas, dengan 71,42% rumah mengalami ketidaklayakan pada aspek tersebut. Sisa ketidaklayakan disebabkan oleh kombinasi masalah pada aspek non-struktur, struktur, kesehatan, dan kecukupan luas, menegaskan bahwa kesehatan dan kecukupan luas adalah faktor utama dalam penilaian ketidaklayakan rumah dalam program BSPS.


Keywords


BSPS, RTLH, RLH, Ferosemen

References


Ariva, F. B. (2020). Penerapan Value Engineering Pada Proyek Pembangunan Rumah Swadaya (Studi Kasus: Program BSPS Di Desa Siasem Brebes) (Doctoral dissertation, Universitas Pancasakti Tegal).

Direktorat Jendral Perumahan, 2021. Panduan Teknis Penyiapan Tim Kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Jakarta.

Fazar, A.R., Usman, A. and Budiman, A., 2023. Pembuatan Iklan Marketing Interior Rumah Menggunakan Sketchup 3D Berbasis Panorama 360. Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi, 2(1), pp.145-157.

Fitriani, A., 2007. Rumah Sederhana Sehat “The Healthy Simple Homeâ€. Universitas Indonesia. Depok, Indonesia.

Harahap, T., 2021. Komparasi Indikator Rumah Layak Huni dan Permukiman Kumuh Indonesia. Journal of Science and Applicative Technology, 5(1), pp.163-170.

Widiawati, K., & Pi, S. (2022). Indikator rumah tidak layak huni dalam perencanaan pembangunan daerah di Provinsi Jawa Tengah. JURNAL KEDIKLATAN WIDYA PRAJA, 2(1).

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018, Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Jakarta: Republik Indonesia.

Rakyat, K.P.U.D.P., Direktorat Jenderal Perumahan. Pedoman Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pada Direktirat Teknis Di Lingkungan Direktorat Jenderal Perumahan Selama Masa Pandemi Covid-19, Nomor, 3.

Rizka, R.K., 2010. Evaluasi pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni di kota Surakarta.

Sulistiyo, W. and Wahidin, W., 2020. Pelaksanaan Pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Cikuya: Pelaksanaan Pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Cikuya. Infratech Building Journal, 1(01).

Sintawati, S., Safarizki, H. A., & Ristanto, I. (2021). Keberhasilan Peningkatan Kualitas Rumah Tidak Layak Huni Dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Di Kabupaten Wonogiri Tahun 2020. Civil Engineering, Environmental, Disaster & Risk Management Symposium (CEEDRiMS) Proceeding 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v16i3.5619

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Rivaldo Imanuel