Analisis Stabilitas LPA Menggunakan CBR Lapangan dan CBR Laboratorium

Maulana Chasan Shadli, Yayan Adi Saputro, Decky Rochmanto

Abstract


Abstrak- Jalan terdiri dari lapisan struktural yang berbeda, dimulai dengan lapisan pondasi agregat (Kelas A dan Kelas B), AC-BC, AC-WC, dll. Setiap lapisan struktural memiliki tugasnya masing-masing dan cara pelaksanaannya juga berbeda. Lapisan dasar material agregat merupakan lapisan struktur yang lebih tinggi dari permukaan tanah/bidang dasar yang bertugas menjamin daya dukung jalan agar permukaan jalan tetap stabil. Kerusakan aspal jalan sebagian besar disebabkan oleh lapisan dasar agregat yang tidak kuat dan tidak stabil. Proyek perkerasan jalan di jalan Pemuda Jepara perlu dilakukan karena ada pelebaran jalan. Pelebaran jalan dilakukan guna memperluas arus laju kendaraan agar mempermudah pengendara saat berkendara. Masalah yang dihadapi dalam proses pelebaran jalan Pemuda Jepara ini adanya ketidakseimbangan antara uji laboratorium dan uji lapangan. Oleh karena itu perlu adanya uji CBR agar menemukan data yang sesuai, dapat mengetahui nilai pemadatan sesuai aturan SNI. Hasil uji laboratorium dan lapangan sudahmencapai hasil stabilitas yang baik, akan tetapi antara uji laboratorium dan lapangan masih belum mencapai keseimbangan nilai, dimana uji laboratorium mencapai kategori baik dengan nilai CBR labotorium 99,75 %, sedangkan di lapangan mncapai keseimbangan yang kurang baik dengan nilai CBR lapangan 55,138%.


Keywords


Material, Agregat, Pelebaran, Perkerasan

References


AASHTO T 224, Koreksi Partikel Kasar pada Uji Pemadatan Tanah. (nd).

Al-Obaidi, M.A., Abdulnafa, M.D., Atasoy, O.A. Kabarar, A. (1999). F. (2022). Perbaikan nilai CBR lapisan tanah bawah dengan menggunakan material konstruksi dan pembongkaran. Geoteknologi Infrastruktur Transportasi, 9(2), 185–205.

Amri, A. U., Nasrul, dan Welendo, L . (2021). Metode Penerapan Lapisan Dasar Agregat Kelas A “Studi Kasus Rekonstruksi Jalan Lingkar Wawonâ€. Jurnal Media Konstruksi, 6 (4), 147–150.

Aschuri, I. (2011). Pemanfaatan bahan limbah produk sampingan pada konstruksi perkerasan jalan di Indonesia. Institut Indonesia Bandung.

Barnas, E. dan Karopeboka, B. (2018). Kelebihan dasar penelitian menggunakan metode CBR (California Bearing Ratio) SPBG Bogor 1 Bubulak JL KH R Abdullah bin Nuh. Jurnal Kalibrasi, 1(2), 91–112.

Chan, C.-M., Tan, P.-C. kaj Rosman, M. Z. (2022). Hubungan Lapangan-Laboratorium

Kapasitas Dukung California (CBR) dari Pangkalan Jalan yang Stabil. Jurnal GEOMATE, 23(99), 25–30.

Fathurrozi dan Gorang, S.I. (2015). Pengendalian mutu

agregat grade A dan B pada pekerjaan jalan

Sungai Ulin-Mataram. Revuo POROS

ENGINEERING, 7(1), 1-53.

Hanafiyah, A. A. dan Saputri, AS (2021). Plageseran - Analisis Proyek Peningkatan Jalan Ruas Jalan Cibatu. ASTONJADRO: Jurnal Teknik Sipil, 10(2), 271–286.

Karahancer, S., Eriskin, E., Sarioglu, O., Saltan, M., dan S. (2017). Perbandingan nilai CBR yang diperoleh dari lapangan dengan hasil uji laboratorium. Daya dukung jalan, kereta api dan bandara, 779-782.

Kuttah, D. (2019). Korelasi kuat antara CBR dinamis laboratorium dan sifat pemadatan tanah berpasir. Jurnal Internasional Geo-Engineering, 10(7), 1–13.

Marga, D. J. B. (2010). Spesifikasi Umum, Versi 2 Kementerian Pekerjaan Umum.

Matulessy, N.F., Desembardi, F. dan Sukowati, D.G. (2022). Uji kualitatif material agregat kelas A sebagai lapisan dasar pada jalan yang menggunakan material tambang Soaka. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil (JIMATS), 1(1), 7-12.

Mawardi. (2021). Penambahan mikroba Bacillus

Sublillis dan pasir untuk menstabilkan tanah gambut. Universitas Islam Riau.

Mawuntu, M., Delarue, J. A. dan Rampengan, N. W. (2022). Penggalian Pekerjaan Lapisan Dasar Agregat Grade A dan Pekerjaan Dasar Agregat Grade B (Paket Perkerasan Gelangan, Tombeleen dan Eris Mahawu, Kota Tomohon). Jurnal Gearbox Pendidikan Teknik Mesin, 4(1), 88–97.

PU, B.P. ja P. (1998a). SNI 03-1742-1989, AASHTO T

tiheystestausstandardi. PU, B. P. ja P.

(1998b). SNI 03-1743-1989, AASHTO T 180,

Kepadatan Modifita.

PU, B.P. dan P. (1998c). SNI 03-2828-92, AASHTO

T191, Penentuan Kepadatan In-Situ Menggunakan

Kerucut Pasir.

Riadi, M. (2021). Pengertian dan klasifikasi jenis tanah. Tinjauan Literatur. https://www.kajianpustaka.com/2021/04/definis i-jen-dan-bisnis-tanah.html.

Rumagit, RM (2016). Menghitung kepadatan lapisan tanah atas Kelas A dengan metode sand cone dan melaksanakan pekerjaan jalan

SPT Wawona-Wawona.

Saodang, H. (2005). Buku Konstruksi Jalan Raya 2: Desain Perkerasan Jalan Raya. Baru.

Septianto, Rustamaji, R.M dan Priadi, E. (2023). Pemanfaatan limbah sisa pemutihan tanah dalam stabilisasi semen tanah pada lapisan dasar jalan, dengan mempertimbangkan sifat mekanik tanah. Jurnal Teknik Sipil, 23(3), 417-432.

Srihandayani, S., Soehardi, F., dan Putri, L.D. (2020). Analisis laboratorium CBR untuk menentukan jumlah program pemadatan yang diperlukan untuk mencapai CBR lapangan. Seri Konferensi IOP: Ilmu Bumi dan Lingkungan, 1–7.

Surjo, S. (2005). Laporan akhir. Jurnal POROS TEKNIK.

Syaiful, S. (2021). Campuran beton tambahan untuk meningkatkan kekuatan tekan beton. Jurnal Teknik dan Sains Terapan ARPN, 16 (15), 1583-1589.

Uguy, R.W.V. ja Elias, Y.R.D. (2019) Jurnal Realtech, 15(2), 95–100.

Umam, K. (2023). Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Rencana Perkerasan Manual (MDPJ) Tahun 2017 dan Analisis Komponen Tahun 1987 Ruas Jalan Jepara Keling. Jurnal Teknik Sipil dan Pendidikan Kejuruan, 10 (3), 974–979.

Yanette, Y., Ing, T . L. dan Harris, S. (2010). Evaluasi karakteristik umum lapisan dasar granular. Jurnal Teknik Sipil, 6(2), 79–192.

Yusuf, R.P. (2018). Korelasi nilai CBR lapangan dan nilai CBR laboratorium lapisan tanah bawah JalanP

adang Tambak Liwa-Liwa batas kota. Universitas Wempie Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v16i2.5271

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Maulana Chasan Shadli