Perencanaan Pembangunan Pelabuhan di Muara Sungai Bondoyudo
Abstract
The development of transportation infrastructure aims to reduce disparities between regions and encourage equal distribution of development results. Sedimentation is calculated based on the amount of sediment transported and the ratio of the amount of sediment flowing through the river section per unit time, and is based on the area of the river basin. To simplify calculations, analysis can be carried out based on nine river geomorphological variables, such as main direction of flow (X), time (t), water discharge (Q), sediment transport (S), river channel width (B), river channel depth (h ), river gradient (i), sediment diameter (D), and river bed coefficient (C). Precast concrete is a concrete material that is produced in a factory and the concrete is transported and installed at the building construction site. Flyslab concrete products, which are factory-made precast concrete, consist of a mixture of building materials of various sizes according to standards set by the company. Using precast concrete as the main material can make construction time faster.
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Adiasa, A. M., Prakosa, D. K., & Hatmoko, J. U. D. (2015). Evaluasi penggunaan beton precast di proyek konstruksi. Jurnal Karya Teknik Sipil, 3(1), 126–134.
Ajr, E. Q., & Dwirani, F. (2019). Menentukan stasiun hujan dan curah hujan dengan Metode Polygon Thiessen Daerah Kabupaten Lebak. Agustus, 2(2), 139–146.
Banjarnahor, A. N. A. R., Amiruddin, W., & Samuel. (2022). Jurnal teknik perkapalan. Jurnal Teknik Perkapalan, 10(3), 11–20.
Fadholi, A. (2013). Studi dampak El Nino dan Indian Ocean Dipole (Iod) terhadap curah hujan di Pangkalpinang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 12(2), 43–50.
Gultom, E. (2017). pelabuhan indonesia sebagai penyumbang devisa negara dalam perspektif hukum bisnis. 19(3), 419–444.
Hapsari, R. N. A., & Nugroho, B. J. (2023). Perencanaan lifting hook pile cap pracetak dermaga Pelabuhan Benoa Bali. Rang Teknik Journal, 6(2), 48–53.
Heron, S. (2012). Karakteristik pasang surut dan pola arus di Muara Sungai Musi, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 15(1 (D)), 35–39.
Jember, D. P. K. (2022). Data curah hujan Kabupaten Jember.
Kramadribata, S. (2002). Perencanaan Pelabuhan. Bandung: Penerbit ITB.
Pramita, G., Phelia, A., & Sari, N. (2020). Studi waktu pelayanan kapal di Dermaga I Pelabuhan Bakauheni. JICE (Journal of Infrastructural in Civil Engineering), 1(1), 19–26.
Purwaningsih, Indah Murtachiyatin, Kunil Admojo, Pranoto Samto Wibowo, M. A. (2015). Perbandingan biaya dan waktu pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan beton konvensional dan fly slab (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Politeknik. Jurnal Karya Teknik Sipil, 11(2), 50–57.
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan bidang pelayaran. Indonesia, (2021).
Putra, A. A., & Djalante, S. (2016). Pengaruh infrastuktur dalam meningkatnya penemuan vektor. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 6(1), 433–443.
Putri, A. A., & Tama, Y. P. (2018). Pengembangan infrastruktur transportasi berkelanjutan di kawasan perdagangan Cokroaminoto sebagai bentuk kontribusi kota humanis. Jurnal Transportasi Multimoda, 9, 45–55.
Simatupang, C. M., Agussalim, A., & Surbakti, H. (2016). Analisis data arus di perairan Muara Sungai Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Maspari Jurnal, 8(1 (D)), 15–24.
Syamsuddin, J., Warastuti, N., & Arini, R. N. (2019). Analisis perbandingan pelat lantai konvensional dan pracetak ditinjau dari aspek biaya dan waktu pada Dermaga 006 Terminal Operasi 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jurnal Infrastruktur, 4(2), 127–134.
DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v16i2.5006
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2024 senki desta galuh





