Sistim Pengeringan Ikan Dengan Metode Hybrid

Muhammad Hatta, Ahmad Syuhada, Zahrul Fuadi

Abstract


Sistem Pengeringan dengan metode hybrid merupakan sistem pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Pengering hybrid pada penelitian ini menggunakan sumber energi matahari dengan bantuan solar kolektor dan energi bahan bakar gas. Penelitian ini merupakan alternatif teknologi untuk kasus pengeringan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan temperatur udara panas ruang pengering hybrid, melakukan optimalisasi waktu pengeringan dan menghitung kadar air pada ikan. Penelitian ini dilakukan di halaman Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Hasil pengukuran temperatur tertinggi ruang pengering tanpa bahan/ikan dengan menggunakan kolektor surya adalah 43 oC dengan intensitas cahaya matahari tertinggi 915 W/m2, setelah menggunakan metode hybrid temperatur tertinggi ruang pengering dengan kondisi ada bahan/ikan meningkat sampai 67 oC dengan intensitas cahaya matahari tertinggi 908 W/m2. Pengeringan menggunakan energi hybrid relatif lebih singkat yaitu 8,5-13 jam sedangkan pengeringan secara tradisional membutuhkan waktu selama 3 hari dengan kondisi cuaca cerah dan intensitas cahaya matahari yang tinggi. Tingkat penguapan kadar air mencapai 30,25% - 38,18 % untuk ikan karang/ikan kakap merah, dan 53,30% - 57,13% untuk ikan teri.

 

Kata kunci: Pengering Hybrid, Kadar Air, Temperatur, Kolektor Surya dan Energi Bahan Bakar Gas.

 

Abstract

Drying System with hybrid method is a drying system that uses two or more sources of energy for the evaporation process of water. Hybrid dryers in this study use solar energy sources with the help of solar collectors and gas fuel energy. This research is an alternative technology for cases of drying fish. The purpose of this study is to increase the heat temperature of the hybrid drying chamber, to optimize the drying time and calculate the moisture content of the fish. This research was conducted in the laboratory of the Faculty of Engineering of Syiah Kuala University. The highest temperature measurement of the drying room without materials/fish using solar collector was 43 oC with the highest solar light intensity of 915 W/m2, after using hybrid method the highest temperature of drying chamber with the condition there was fish/ingredients increased up to   67 oC with the highest sun light intensity is 908 W/m2. Drying uses hybrid energy was relatively shorter 8.5-13 hours while drying traditionally takes 3 days with sunny weather conditions and high sunlight intensity. The rate of water vaporization reached 30.25% - 38.18% for lutjanus campechanus, and 53.30% - 57.13% for stolephorus commersonii, Lac.).

 

Keywords : Hybrid Dryer, Water Content, Temperature, Solar Collector and Energy Fuel Gas.


References


Yusuf, Q. 2003. Empowerment of Panglima Laot in Aceh. International Workshop on Marine Science and Resourch. Banda Aceh, 11-13 March, 2003.

Handoyo et al, 2011, Proses Pengawetan Ikan Teri.

Murniyati, 2008, Waktu Dalam Proses Pengeringan Tapotubun dan Fien.

Adawiyah, 2007, Keuntungan Pengeringan Sinar Matahari

Ekadewi A. Handyo, Philip Kristanto, Suryanty Alwi, 2006, Desain Pengujian Sistem Pegering Ikan Bertenaga Surya

Ahmad Syuhada, 2001, Peralatan Pengaturan Penyeragam Temperatur untuk Lemari Pengering, Prosiding Seminar Nasional Energi & Managemen, hal. 45-50.

Ahmad Syuhada, Penukar Kalor Model Belokan Tajam untuk Oven Pemanggang Ikan, Journal Teknologi Terpakai, vol. 2, no. 1, 2004, hal. 57-63.

Ahmad Syuhada, Pengering Kelapa dengan Pemanas Solar Kolektor, Journal Saintek, vol 1 no 1, 2003, hal.8-14.

Ahmad Syuhada, 2004, Pengering Ikan Tongkol Kukus Dengan Menggunakan Energi Panas Hasil Pembakaran, Prosiding Seminar Energi & Manajemen (E &M-2004) hal 64-67.

Dhanika, RN. 2010. Studi Keragaan Mesin Pengering Sistem Hybrid pada Pengolahan Mocaf (Modified Cassava Flour). Malang

Ahmad Syuhada, Ratna Sary, Andika dan Erlita, 2008, Teknologi Pengering Ikan Keumamah Untuk Korban Tsunami Di Aceh, Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Antara Universitas Sains dan Teknologi, Banda Aceh 10-12 Maret 2008, hal 373-378.

Brooker DB at al. 1974, Drying Cereal Grain, Connecticut: The AVI Publishing Company Inc. Wesport.

Arief Zaini, 2015 Studi Sistem Pengering Ikan Dengan Energi Hibrid (Energi Matahari dan Energi Bahan Bakar)




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jpl.v17i1.666

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

   

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.