PEMBERDAYAAN DESA SEHAT DENGAN PEMBINAAN RUMAH TANPA ASAP ROKOK DI DESA UTEUNKOT, KECAMATAN MUARA DUA, KOTA LHOKSEUMAWE

Nora Maulina, Harvina Sawitri

Sari


Merokok mempunyai  pengaruh yang sangat buruk terhadap kebiasaan individu, sifat perokok dapat menyebabkan kecanduan (adiktif) secara permanen yang berakibat menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dihilangkan. Kebiasaan merokok pada masyarakat Desa uteunkot masih sangat tinggi, ini dapat dilihat dari data kunjungan masyarakat pada fasilitas kesehatan dengan keluhan gangguan saluran pernafasan dan riwayat merokok dari anggota keluarga. Tujuan dilaksanakan pengabdian ini adalah guna mengurangi risiko penyakit saluran pernafasan yang diakibatkan oleh asap rokok baik pada perokok pasif maupun aktif terutama adalah keluarga dekat mereka yang terpapar tanpa diketahui dapat  menyebabkan angka kesakitan bagi anak,istri dan keluarga lainnya. Rumah tanpa asap rokok menjadi salah satu solusi bagi perokok aktif agar lebih memerhatikan kesehatan keluarga nya supaya tidak merokok didalam rumah. Sosialisasi bahaya merokok dilingkungan keluarga dengan penyuluhan pada masyarakat Desa uteunkot serta membagi brosur tentang bahaya merokok dan pembentukan kader dari anggota keluarga terdekat guna mengevaluasi tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Hasil yang didapat dalam pengabdian ini adalah, pengetahuan masyarakat desa Uteunkot lebih baik terhadap bahaya paparan asap rokok dan terciptanya Rumah tanpa asap rokok dan melalui program pengabdian ini kesadaran dari perokok aktif semakin baik sehingga dapat menjaga anggota keluarga dari berbagai penyakit saluran pernafasan serta mengurangi kuantitas rokok yang dikonsumsi perhari nya serta melalui program pengadian ini, terbentuknya kader agar dapat mengevaluasi perokok aktif guna mendukung rumah tanpa asap rokok.

Kata Kunci


asap, rokok, keluarga

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Kementrian Kesehatan RI, “Perilaku Merokok Masyarakat Indonesia,” Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, 2013. [2] World Health Organization, “WHO Global Report on Trends in Prevalence of Tobacco Smoking,” Geneva, 2015. [3] Departemen Kesehatan, “Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007,” Jakarta, 2007. [4] M. Bustam, Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta, 2000. [5] M. Goniewicz, C. L., K. J., K. L., D.-Z. B., and A. W.Sobezak, “Exposure to Carbon Monoxide from SecondHand Tobacco Smoke in Polish Pubs,” Cent Eut J. Public Heal., 2010. [6] N. L and Wahyuni, “Analisis Pengaruh Paparan Asap Rokok di Rumah Pada Wanita Terhadap Kejadian Hipertensi,” J. Berk. Epidemiol., vol. 1, pp. 244–253, 2013. [7] Departemen Kesehatan RI, “Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013,” Jakarta, 2013. [8] M. S. . Dayu, “Hubungan Riwayat Lama Rokok Dengan Angka Kejadian PJK di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Lampung.” 2015. [9] N. Nurdin and Z. Zulkarnaini, “Appropriate Technology Program of Postharvested Coffee: Production, Marketing, and Coffee Processing Machine Business Unit,” J. Pengabdi. Kpd. Masy. (Indonesian J. Community Engag., vol. 5, no. 2, pp. 267–283. [10] R. Darmawamsyah and A. Veruswati, meita, “Penyuluhan dan Inisiasi Komitmen Masyarakat dalam Mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok Sebagai Upaya Perlindungan Pada Perokok Pasif,” J. Pengabdi. Masy., vol. 6, no. 1, pp. 8–17, 2022. [11] I. Mawardi, “Inovasi TTG Mesin Huller Kopi Multi Fungsi Dalam Upaya Peningkatan Pascapanen Kopi,” in Seminar Nasional hasil Pengabdian kepada Masyarakat (SENDIMAS) Ke-4, 2018. [12] F. Duhita and N. Rahmawati, Indah, “Dampak Kesehatan Anak Pada Periode Embrio, Janin, Bayi dan Usia Sekolah dengan Ayah perokok,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 4, no. 1, 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/vokasi.v6i2.3055

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Indexing by :
ALAMAT KANTOR REDAKSI :
P3M Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Jalan Banda Aceh - Medan Km 280,3
Buketrata Po Box 90, Telp (0645) 42785 Fax (42785)
Phone : 082273124433.
Email: jurnalvokasi@pnl.ac.id