Sosialisasi Akreditasi Rumah Sakit Berdasarkan Elemen Penilaian Lam-KPRS MRMIK 5 Di RSIA Mutiara Bunda
Abstract
Salah satu upaya pemerintah untuk mendorong agar rumah sakit mengutamakan mutu, pelayanan, keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat adalah dengan mewajibkan rumah sakit untuk melakukan akreditasi.Pelaksanaan akreditasi harus dilakukan bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan. Akreditasi dapat berguna untuk menjamin mutu pelayanan yang baik dan dapat digunakan untuk menjalin keselamatan bagi pasien serta keluarga pasien. akreditasi adalah pengakuan yang diberikan kepada rumah sakit karena telah berupaya meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Pengakuan ini diberikan oleh lembaga independen yang bertugas melakukan akreditasi dan sudah memperoleh pengakuan dari Menteri Kesehatan. Lembaga independen yang bertugas melakukan akreditasi terhadap rumah sakit di Indonesia adalah Komisi Akreditasi Rumah sakit (KARS) dan beberapa lembaga akreditasi mandiri salah satunya Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS). RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit swasta, yang merupakan rumah sakit ibu dan anak pengembangan dari RSB Mutiara Bunda. RSIA Mutiara Bunda merupakan rumah sakit tingkat paripurna dengan rata-rata kunjungan rawat inap 220 orang perbulannya. RSIA Mutiara telah melaksanakan akreditasi rumah sakit pada tahun 2023, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terkait hasil akreditasi yang telah dilaksanakan. Berdasarkan hal tersebut maka penting dilakukan kegiatan sosialisasi terrkait akreditasi berdasarkan elemen penilaian LAM-KPRS. Metode pelaksanaan berupa pemberian sosialisasi terkait elemen penilaian akreditasi khususnya MRMIK 5. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 4 Juli 2025 di RSIA Mutiara Bunda. Kegiatan ini berlangsung dengan baik, dilihat dari peserta yang antusias dan aktif selama kegiatan PkM. Kegiatan PkM diikuti oleh 15 orang peserta yang terdiri dari Tim PKM, petugas rekam medis, perawat dan petugas rumah sakit. Beberapa saran dan masukan yang diberikan tim pengabdi ke pihak mitra diantaranya membuat regulasi atas hal-hal yang perlu seperti aturan monitoring evaluasi kegiatan di unit rekam medis
Keywords
Full Text:
PDF (Bahasa Indonesia)References
Hardiansyah, H., & Mulyanti, D. (2023) ‘Pentingnya Akreditasi Rumah Sakit Bagi Pelayanan Kesehatan’, Jurnal ilmu kesehatan dan keperawatan, 1 (1), pp. 60–65.
Kusumawardhani, O. B. et al. (2021) ‘Analisis Pengaruh Pemahaman Akreditasi dan Karakteristik Individu terhadap Kinerja Karyawan Medis dan Non Medis di RSUD Kabupaten Karanganyar’, Indonesian Journal of Hospital Administration, 3(2), p. 74. doi: 10.21927/ijhaa.2020.3(2).74-79.
Mandawati, M., Jauhar Fu, M. and Jaelan (2018) ‘Buku Proceeding Unissula Nursing Conference Tema : “Nurse Roles in Providing Spiritual Care in Hospital, Academic and Community†Dampak Akreditasi Rumah Sakit: Studi Kualitatif Terhadap Perawat Di RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Impact of hospital acreditat’, Proceeding Unissula Nursing Conference, pp. 116–121.
Permenkes RI No. 012 (2012) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012’, Mentri Kesehatan Republik Indoneis.
Puspita, R., Yuliana, S., & Fadillah, D. (2023). Analisis kelengkapan dokumen rekam medis di Rumah Sakit Nala Husada. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, 10(2), 45–52.
Simanjuntak, R. (2022). Faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis di rumah sakit umum daerah. Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia, 8(1), 33–41.
Sari, D., & Handayani, R. (2021). Peningkatan mutu kelengkapan rekam medis melalui monitoring dan audit internal di rumah sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Rekam Medis, 6(3), 120–128.
Sonia, D. and Maulinabila, A. (2020) ‘Pengaruh Kelengkapan Pengisian Medical Discharge Summary Pasien Rawat Inap Terhadap Implementasi Snars Edisi 1 Elemen Penilaian Mirm 15 Di Rumah Sakit Amc Cileunyi’, Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI), 5(2), pp. 132–140. doi: 10.52943/jipiki.v5i2.401.
Rahmawati, N., Kurniawan, A., & Putri, L. (2024). Pengaruh pemahaman standar akreditasi MRMIK terhadap mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 9(1), 15–25.
Wardhani, I., Nugroho, S., & Hasan, M. (2025). Challenges and readiness of electronic medical record implementation in Indonesia hospitals. BMC Health Services Research, 25(4), 201–212.
DOI: http://dx.doi.org/10.30811/vokasi.v9i3.7795
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Indexing by :![]() ![]() ![]() ![]() | |
|---|---|
| ALAMAT KANTOR REDAKSI : P3M Politeknik Negeri Lhokseumawe. Jalan Banda Aceh - Medan Km 280,3 Buketrata Po Box 90, Telp (0645) 42785 Fax (42785) Phone : 082273124433. Email: [email protected] |




