Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos dalam Mewujudkan Lingkungan yang Bersih, Indah dan Sehat di Politeknik Negeri Lhokseumawe

Raudhatul Raihan, Ahmadi Ahmadi, Nahar Nahar, Alfian Putra

Sari


Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Komunitas Pecinta Lingkungan Bersih dari Sampah yang terdiri dari mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe mengenai pengelolaan sampah organik, khususnya pemanfaatan daun kering menjadi pupuk kompos. Melalui pelatihan ini, mahasiswa didorong untuk lebih sadar akan potensi daun kering yang sebelumnya dianggap limbah tak berguna, padahal dapat diolah menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan mahasiswa dalam pembuatan pupuk kompos secara mandiri, sehingga mereka tidak bergantung pada pupuk anorganik yang mahal dan kurang ramah lingkungan. Pemanfaatan daun kering ini juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus dan desa sekitar yang lebih bersih, nyaman, dan sehat. Komunitas Pecinta Lingkungan Bersih dari Sampah (KAPLINGPAS) merupakan kelompok mahasiswa yang aktif menjaga kebersihan lingkungan kampus melalui berbagai kegiatan seperti kampanye anti-sampah, aksi bersih-bersih, serta edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik kepada masyarakat. Kegiatan PKM diawali dengan survei lapangan oleh tim pelaksana untuk mengidentifikasi permasalahan mitra, baik dari sisi sosial maupun lingkungan. Kemudian dilanjutkan dengan Penyuluhan Pengolahan sampah organik, Pelatihan pembuatan pupuk organik dan monitoring dan evaluasi. Salah satu isu utama yang ditemukan adalah penanganan sampah daun kering yang belum optimal selama ini hanya dibakar sehingga menimbulkan polusi udara dan mengganggu estetika kampus. Solusi yang ditawarkan adalah pemberian penyuluhan dan pendampingan kepada mitra dalam mengolah sampah daun kering menjadi pupuk kompos sesuai standar operasional. Mitra diharapkan mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk secara mandiri, menerapkannya pada tanaman di pekarangan kampus, bahkan membuka peluang usaha dari penjualan pupuk dan hasil budidaya tanaman, sehingga dapat menambah pemasukan komunitas.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


D. A. Aurini, H. M. Ishaq, J. D. Prasetyo, and P. Alviyatno, “Membangun Semangat Masyarakat Melalui Pengelolaan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Dalam Mewujudkan Lingkungan Yang Bersih, Indah dan Sehat Di Desa Pasir Gadung,” ADIBRATA J., vol. 4, no. April, pp. 8–15, 2024.

U. Nabil et al., “Optimalisasi Pemanfaatan Sampah Daun Kering : Program Sosialisasi Dan Pembuatan Pupuk Kompos Di Desa Krasakageng Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan,” J. Pengabdi. Masy. BANGSA, vol. 2, no. 8, pp. 3184–3189, 2024.

L. D. Soelaksini, R. Wardana, S. L. Asmono, Suharjono, and I. Muhklisin, “Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Pupuk Kompos Di Kelompok Pkk Rw 27 Tegal Boto Lor, Kecamatan Sumbersari Jember,” NaCosVi, pp. 238–242, 2023, [Online]. Available: https://proceedings.polije.ac.id/index.php/ppm/article/view/610%0Ahttps://proceedings.polije.ac.id/index.php/ppm/article/download/610/612.

A. B. Dahliana et al., “Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Kompos Dengan Metode Aerob Di Kelurahan Pappolo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone,” Sambulu Gana J. Pengabdi. Masy., vol. 1, no. 3, pp. 63–70, 2022, doi: 10.56338/sambulu_gana.v1i3.2874.

J. S. Habib, N. Z. Yuki, S. T. Zahrah, and L. Rusmawati, “Pengolahan Sampah Daun Menjadi Pupuk Kompos Dengan Aktivator Nasi Aking Sebagai Pengganti EM4,” Karya Tulis Ilm. Tingkat Nas. Inst. Teknol. Telkom Surabaya, vol. 4, no. 1, pp. 203–218, 2022.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.