INTEGRASI SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS IoT DENGAN CLOUD BERBASIS APLIKASI ANDROID

Indrawati Indrawati, Afla Nevrisa, Ismi Amalia, Radhiyatammardhiyyah Radhiyatammardhiyyah, Amir D

Sari


Artikel ini membahas tentang Kualitas udara merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan, terutama di kawasan perkotaan yang rentan terhadap polusi akibat aktivitas industri dan transportasi. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun  sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan teknologi Cloud Computing dan aplikasi Android. Sistem dirancang menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas berbahaya serta sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban. Data hasil pengukuran diproses melalui mikrokontroler ESP32 yang berfungsi mengirimkan informasi secara real-time ke platform cloud (ThingSpeak/Firebase). Selanjutnya, data dapat divisualisasikan melalui dashboard cloud dan diakses oleh pengguna melalui aplikasi Android yang menampilkan informasi kondisi udara secara numerik maupun grafik. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem monitoring kualitas udara berbasis IoT mampu beroperasi secara kontinu dan stabil dengan availability 99,21% serta tingkat kegagalan 0,007% dari 84.906 permintaan selama pengujian 72 jam. Sistem mencapai throughput rata-rata 9,194 permintaan per detik dengan median waktu respons 539,60 ms, serta akurasi sensor dengan deviasi maksimum 3,45%. Integrasi IoT, Cloud Computing, dan aplikasi mobile terbukti efektif dalam menyediakan solusi monitoring lingkungan yang efisien, skalabel, serta mudah diakses dan dipahami oleh pengguna.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


D. Setiawan dan A. Polkar, “Monitoring Kualitas Udara Berbasis Internet of Things,” Jurnal TELISKA, 2025.

A. N. Dimyati, Purwantoro, dan A. Primajaya, “Sistem Pemantauan Kualitas Udara Berbasis Internet of Things Menggunakan Sensor MQ-135,” Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, vol. 13, no. 3, pp. 1–8, 2025.

D. N. Azizah, S. Heranurweni, dan L. M. Idris, “Environmental Monitoring System Using DHT22 Sensor and IoT,” MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, vol. 5, no. 3, pp. 245–252, 2024.

H. Haryanto et al., “IoT-Based Air Quality Monitoring System Using Rule-Based Method,” Journal of Intelligent System and Telecommunication, vol. 1, no. 1, pp. 51–62, 2024.

M. I. Majiid, Rancang Bangun Alat Pemantau Udara Ambien Dengan Pemanfaatan Iot (Internet Of Things) Berbasis Mikrontroler Menggunakan Sensor Mq-135 Dan Sensor Mq-136 (Parameter Co2 Dan So2)., Surabaya: DEPARTEMEN TEKNIK LINGKUNGAN Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, Dan Kebumian Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya , 2021.

Indrawati, Amir.D, “Design and Implementation of an Air Pollution Monitoring System in the Campus Area of Politeknik Negeri Lhokseumawe,” Journal of Artificial Intelligence and Software Engineering, vol. 5, 2025.

Abu Yazid Raisal, Alya Fathi Muhammad Hasibuan, Fadilla Sayu Ananda, Rihan Yuhyi, Arwin Juli Rakmadi Butar Butar, “Perancangan Sistem Monitoring Suhu dan Kelembaban Berbasis Arduino UNO pada Kubah Obervatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU),,” Generation Journal , vol. 5, 2021.

O. Lengkong. Jacquline Waworundeng, “Sistem Monitoring dan Notifikasi Kualitas Udara dalam Ruangan dengan Platform IoT,” Journal, vol. 4, 2018.

Al-Fuqaha, A., Guizani, M., Mohammadi, M., Aledhari, M., & Ayyash, “Mengukur kelembaban udara komponen DHT11 memiliki akurasi ±5%, rentang 20–80% RH, sedangkan komponen DHT22 memiliki akurasi ±2–5%, rentang 0–100% RH. Sensor ini mengirimkan data secara digital.,” Journal, p. 2, 2018.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.