Perancangan Sistem Kontrol Kualitas Air Pada Budidaya Udang Vaname Dengan Menggunakan Aktuator Untuk Regulasi Air dan Aerasi Udara

Nurlaili Nurlaili, Suryati Suryati, Murtadhahadi Murtadhahadi, Nasri Nasri

Sari


Udang Vaname (Litopeneus vanname) adalah jenis udang introduksi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Salah satu kendala dalam budidaya udang vaname adalah tingginya tingkat kematian udang ini akibat kekeruhan air, suhu, derajat keasaman, oksingen terlarut, pH, kadar amoniak, dan salinitas yang tidak sesuai dengan kebutuhan udang vaname. Kualiats air merupakan faktor utama dalam budidaya udang vaname. Udang tumbuh di dasar kolam dan jika kondisi air tidak keruh maka sinar matahari tidak dapat mencapai dasar kolam. Maka udang tidak mendapatkan sumber energi untuk menghangatkan inti tubuh mereka dan hal lain yang terjadi adalah menutupi insang sehingga mengganggu pernafasan, menghalangi masuknya sinar matahari yang dibutuhkan oleh pakan alami (klorofil) untuk proses fotosintesis. Jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan kematian kepada udang. Penyebab kekeruhan air antara lain garam, tanah liat, plankton dan humus, ini disebut senyawa suspensi. Kekeruhan diatas 60 NTU mengakibatkan menurunnya oksingen terlarut dan menimbulkankan kematian pada udang vaname. Penelitian ini merancang dan menguji sistem kontrol kualitas air otomatis untuk budidaya udang vaname, yang menggunakan aktuator untuk regulasi air dan aerasi udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini berhasil menjaga stabilitas parameter kualitas air, seperti suhu, pH, salinitas, dan oksigen terlarut, dalam batas optimal secara konsisten. Udang yang dibudidayakan dengan sistem otomatis mengalami peningkatan laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi dibandingkan metode manual. Selain itu, sistem ini juga menunjukkan efisiensi energi yang lebih baik, mengurangi konsumsi energi hingga 20% dibandingkan dengan kolam kontrol. Sistem kontrol yang dirancang terbukti andal dengan sedikit gangguan operasional dan mendukung keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Meskipun memerlukan investasi awal yang lebih tinggi, efisiensi operasional dan peningkatan produktivitas yang dihasilkan oleh sistem ini menunjukkan potensi keuntungan jangka panjang yang signifikan, membuatnya layak diadopsi dalam skala industri budidaya udang vaname.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Muhammad Irwandi Amri, 2022, Analisis kelayakan Usaha Tambak udang Vaname pada berbagai sistim teknologi budidaya (studi kasus di desa manakku kecamatan labakkang kabupaten pangkep,jurnal torani, vol 5, no.2, ISSN online 2615-6601, ISSNprint 2621 5322

Dita Tania Suhendar, 2020, Hubungan kekeruhan terhadap materi partikulat tersuspensi (MPT) dan kekeruhan terhadap klorofil dalam tambak udang,Journal of fisheries and marine research, vol .4 no 3.332- 338

Diana putri renitasari,2020, teknik pengelolaan kualitas air pada budidaya intensif udang vaname dengan metode hybrid system, vol.2, no 1.

Dwiki Ansarullah, 2022, monitoring kualitas air pada tambak udang berbasis internet of things dengan protokol komunikasi Zigbee, jurnal pengembangan teknologi infornasi dan ilmu komputer, vol.6. no.2,e-ISSN 2548-964X

Sudirman Melangi, 2022, sistim monitoring informasi kualitas dan kekeruhan air tambak berbasis internet of things, journal of electrical and electronics engineering, vol 4.no.1, e-issn 2715-0887, p-issn 2654-7813

Sindung HW Sasono, 2022, pendampingan implementasi pemakaian sistel informasi monitoring kondisi pada air pada tambak udang vaname berbasis web di tambak sumulyono.

Saiful Anwar, 2022, pemanfaatan teknologi internet of things untuk monitoring tambak udang vaname berbasis smartphone android menggunakan nodemcu wemos di mini , jurnal teknologi informasi dan elektronika, vol.5.no 2

Moch. Rizky Agus Tamam, 2019, rancang bangun sistem monitoring kualitas air dan otomasi terhadap pemeliharaan larva udang vaname menggunakan WSN berbasis IoT, jurnal sistem komunikasi dan informasi, sistim tenaga, sistim kontrol dan elektronika

Boyd, C. E., & Tucker, C. S. (2012). Pond Aquaculture Water Quality Management. Springer Science & Business Media.

FAO. (2020). Cultured Aquatic Species Information Programme: Penaeus vannamei. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diakses dari http://www.fao.org/fishery/culturedspecies/Penaeus_vannamei/en.

Lawrence, A. L., & Lee, P. G. (1997). Research in the U.S. on Penaeid shrimp nursery systems. The World Aquaculture Society, 28(3), 54-59.

Lewis, S. M., Boyd, C. E., & Hollerman, W. D. (1997). A practical manual for the monitoring and control of dissolved oxygen in aquaculture. Journal of the World Aquaculture Society, 28(4), 52-56.

Liu, Y., & Avnimelech, Y. (2006). Effects of aeration and water quality on shrimp performance in intensive raceways. Aquaculture Engineering, 35(3), 103-113.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.