Pemanfaatan Lumpur Lapindo sebagai Bahan Baku Batako dengan Campuran Fiber Polypropylene

Adisty Novanka Effendy, Isran A. Malik, Ignatius Sudarsono

Abstract


Melimpahnya material limbah lumpur lapindo yang tidak termanfaatkan akan menjadi tantangan bagi masalah lingkungan di Indonesia. Lumpur tersebut mengandung mineral silika, alumina, dan oksida besi yang berpotensi digunakan sebagai material substitusi dalam pembuatan bahan bangunan. Namun, sifat plastisitas dan kadar airnya yang tinggi membuatnya perlu dimodifikasi agar dapat digunakan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi pemanfaatan lumpur Lapindo sebagai bahan campuran dalam pembuatan batako dengan tambahan serat Polypropylene (PP) Fiber sebagai bahan perkuatan dan menahan terjadinya retak mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen kuantitatif laboratorium, dengan variasi komposisi lumpur Lapindo terhadap total bahan sebesar 25%, 50%, dan 100% sebagai subtitusi pengganti agregat halus. Material Serat Fiber Polypropylene ditambahkan dalam proporsi tetap sebanyak 0,5% terhadap total berat campuran. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kuat tekan, uji serap air, uji berat jenis, dan uji SEM (Scanning Electron Microscope) sesuai dengan SNI 03-0349-1989. Setiap pengujian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan lumpur Lapindo dan Serat Fiber Polypropylene dan melihat perbandingannya dengan batako konvensional. Hasil pengujian kuat tekan Variasi campuran I (25% lumpur + 0,5% PP Fiber) menghasilkan kuat tekan 6,47 MPa memenuhi Mutu II, campuran II (50% lumpur + 0,5% PP Fiber) memenuhi Mutu IV dengan kuat tekan 2,42 Mpa. Sementara batako konvensional memenuhi kuat tekan mutu III dengan nilai 3,93 Mpa. Berikutnya pada hasil pengujian serapan air pada batako menunjukkan bahwa nilai serapan air sampel batako konvensional sebesar 3,04%, variasi campuran I sebesar 5,11%, dan variasi campuran II sebesar 1,84%. Ketiga sampel batako memenuhi nilai Mutu I ≤25%. Selanjutnya pada pengujian berat jenis, hasil variasi campuran I sebesar 2,128 g/cm³, variasi campuran II menunjukkan nilai 2 g/cm³, dan batako konvensional sebesar 2,16 g/cm³, seluruh variasi batako masih berada dalam rentang standar (1,0–2,0 g/cm³). Lumpur Lapindo terbukti dapat dimanfaatkan sebagai subtitusi campuran batako dengan batas komposisi ≤25% dengan penambahan Fiber Polypropylene berhasil sebagai penahan retak saat dikombinasikan dengan komposisi yang optimal. 


Keywords


Batako; Lumpur Lapindo; Serat Fiber Polypropylene; Kuat tekan; Serapan air

References


Ciptawati, E., Dzikrulloh, M. H. A., Septiani, M. O., Rinata, V., Rokhm, D. A., Azfa-Fauziyyah, N., & Sribuana, D. (2022). Analisis kandungan mineral dari lumpur panas Sidoarjo sebagai potensi sumber silika dan arah pemanfaatannya. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 18–28.

Ciptawati, E., Dzikrulloh, M. H. A., Septiani, M. O., Rinata, V., Rokhm, D. A., Azfa-Fauziyyah, N., & Sribuana, D. (2022). Analisis kandungan mineral dari lumpur panas Sidoarjo sebagai potensi sumber silika dan arah pemanfaatannya. Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA), 5(1), 18–28.

Fadila, T., Khotimah, S. H., & Sudarsono, I. (2023). Effect of adding polypropylene plastic waste on compressive strength and flexural strength of concrete. Journal of Civil Engineering and Vocational Education (CIVED), 10.

Gunawan, P., Wibowo, W., & Suryawan, N. (2014). Pengaruh penambahan serat Polypropylene pada beton ringan dengan teknologi foam terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas. Matriks Teknik Sipil, 2(2), 206–213.

Maryani, D., & Lisantono, A. (2023). Pengaruh penambahan serat Polypropylene terhadap sifat mekanik beton expanded polystyrene. Jurnal Teknik Sipil (JTS) Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 17(3), 210–219.

Prasetya, C., Rahman, A., & Efranto, R. Y. (2022). Analisa desain eksperimen pembuatan batako berbahan alternatif lumpur Lapindo dan fly ash dengan metode Taguchi. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri (JRMSI), 1(1), 57–65.

Purwanto, H., & Angkoso, R. (2021). Studi eksperimental pengaruh konsentrasi lumpur Lapindo sebagai pelarut mix design pembuatan bata ringan (Cellular Lightweight Concrete/CLC). Jurnal Sebatik, 25(1), 45–51.

Ridho, A., & Mahyudin, S. (2022). Pengaruh penggunaan serat plastik terhadap kuat tekan dan kuat lentur papan beton ringan. JFU (Jurnal Fundamental University), 7(4), 230–239.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v18i1.8472

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Adisty Novanka Effendy