Karakteristik Penambahan Filler Fly Ash terhadap Material Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) sebagai Daur Ulang Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC)

Rizka Nur Azizah, Faisal Rizal

Sari


Abstrak

 

Kualitas agregat yang digunakan dalam campuran aspal merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi performa perkerasan jalan. Standar Nasional Indonesia (SNI) menetapkan spesifikasi sifat fisis agregat yang harus dipenuhi untuk mencapai campuran Laston AC-BC yang optimal. Namun, dalam praktiknya sering kali terdapat penyimpangan sifat fisis agregat yang digunakan, baik karena keterbatasan material lokal maupun faktor lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh penyimpangan sifat fisis agregat terhadap nilai parameter Marshall pada campuran Laston AC-BC. Penelitian ini difokuskan pada dua aspek utama yaitu mengetahui nilai parameter Marshall pada campuran Laston AC-BC dengan agregat yang sifat fisiknya tidak sesuai standar SNI, dan merancang modifikasi metode campuran untuk meningkatkan nilai parameter Marshall pada campuran yang menggunakan agregat yang tidak sesuai spesifikasi. Metode penelitian melibatkan pengujian sifat fisis agregat, seperti gradasi, kekerasan, dan kebersihan, yang tidak sesuai dengan standar SNI, kemudian diaplikasikan pada campuran Laston AC-BC. Pengujian Marshall dilakukan untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Bitumen (VFB), Marshall Quotient (MQ), dan densitas campuran. Data hasil pengujian ini dianalisis untuk memahami pengaruh penyimpangan agregat terhadap performa campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan agregat yang tidak sesuai spesifikasi terhadap kadar aspal ideal tidak diperoleh kadar aspal optimum sehingga tidak mendapatkan kualitas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Bina Marga. Penyimpangan sifat fisis agregat berpengaruh terhadap parameter Marshall. Stabilitas dan densitas campuran cenderung menurun, sementara nilai VIM meningkat pada agregat yang tidak memenuhi spesifikasi SNI. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merancang modifikasi metode pencampuran dan pemadatan untuk memperbaiki performa campuran Laston AC-BC yang menggunakan agregat tidak sesuai spesifikasi, terutama dalam mencapai kestabilan dan kepadatan optimal. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pemahaman tentang pentingnya pengendalian kualitas agregat dalam campuran Laston AC-BC serta menawarkan solusi modifikasi metode yang dapat diterapkan ketika material agregat yang tersedia tidak memenuhi standar SNI.

 

Kata Kunci : Aspal, Laston AC-BC, Parameter Marshal, SNI

 


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Email:[email protected]
Sekretariat:Lantai 2 Gedung Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe, Aceh, Indonesia.