ANALISA KADAR ASAM OKSALAT DALAM ASAM SUNTI
Sari
ABSTRAK
Asam Sunti (Belimbing wuluh kering) banyak dikonsumsi oleh masyarakat Aceh. Asam Sunti mengandung ion oksalat yang dapat menimbulkan batu ginjal dalam tubuh manusia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat kadar asam oksalat dari asam sunti. Penelitian dilakukan terhadap Asam Sunti yang mengalami perlakuan perebusan dan yang tidak mengalami perlakuan perebusan. Konsentrasi garam divariasikan 100 gram, 150 gram dan 200 gram. Waktu pengeringan divariasikan 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Hasil yang diperoleh konsentrasi asam oksalat tertinggi sebesar 0,1605 N terdapat pada perlakuan tanpa perebusan, jumlah garam 200 gram dan waktu pengeringan 15 hari.
Keywords: Asam Sunti, asam oksalat
Referensi
Adi. N, 2003, Bahaya Di Balik Kegurihan Garam, Proceeding Seminar Nasional Teknik Kimia Indonesia, Penerbit Tiga Serangkai, Yogyakarta.
Anonim, 2007, Mengolah Belimbing Wuluh, http:// www.Indonesia.com. Diakses Tanggal 5 Januari 2009.
Arifianti Dwi , 2007, Natrium Hidroksida , Penerbit Erlangga,Bandung.
Dela Seya, 2002, Kandungan Kimia, http:// www.Indonesia.co.id. Diakses Tanggal 21 Juni 2009.
Aisyah Yuliani, 2005, Asam Sunti Hitam atau Putih, http://www. Belimbing wuluh.com. Diakses Tanggal 5 Januari 2009.
Hadiperna Mulyana, 2009, Macam Jenis Manfaat Dan Bahaya Garam Produksi Bangka Belitung, Universitas Bangka Belitung.
Plantus, 2009, Analisis Anorganik Kualitatif Makro Dan Semimikro, Edisi 2, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Rahmawati, 2009, Kenali Anti Gizi, http:// www.Indonesia.co.id. Diakses Tanggal 17 Juni 2009
DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jstr.v22i01.6339
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
© 2016 All rights reserved |Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi p-ISSN: 1693-248X , e-ISSN: 2549-1202.



.png)



