KAJIAN HASIL TAMBALAN LUBANG (PATHOLE)LAPIS PERMUKAAN JALAN ASPAL BETON (AC-WC) (Studi Kasus: Sp. Cunda - Buket Rata STA 0+000 – STA 5+590)
Sari
Hasil  tambalan  lubang  (pathole)  pada  permukaan  aspal  beton  (ac-wc)  yang  berwujud
bergelombang, terlepas ikatan, retak. Kondisi ini menjadi faktor yang mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Penelitian hasil tambalan lubang dilakukan pada Jalan Cunda-Buket Rata STA 0+000 – 0+590, di mana ditemukan bahwa beberapa titik mengalami kegagalan pada tambalan dengan tingkat daya tahan yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati perilaku pengguna jalan saat melintasi tambalan yang rusak, mengevaluasi kondisi fisik permukaan hasil tambalan, serta menilai kualitas tambalan dan kandungan aspal dalam aspal beton. Penelitian ini menggunakan dua metode, yaitu observasi di lapangan dan observasi di laboratorium. Teknik pengambilan data dikumpulkan melalui Teknik pengumpulan data di lapangan menggunakan secara manual, serta pengamatan di laboratorium menggunakan alat pengujian ekstraksi berdasarkan standar Bina Marga 2018 revisi 2. Data yang diperoleh akan diolah ke dalam format tabel untuk memudahkan analisis, dan disajikan dalam bentuk grafik batang guna memberikan visualisasi yang jelas dan komprehensif terhadap hasil penelitian. Pengamatan terhadap perilaku pengguna jalan saat melintasi tambalan yang rusak, serta evaluasi kondisi fisik permukaan hasil tambalan akan dianalisis secara kuantitatif  & kualitatif  untuk melihat perilaku penguna jalan. Selain itu, kualitas tambalan aspal beton akan dinilai secara kuantitatif guna memperoleh komposisi tambalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
4,761 (26,78%) LV, 297 (1,61%) HV, dan 7,985 (44,91%) MC pengendara memilih untuk
menghindari tambalan. Sebanyak 1,873 (10,53%) LV, 145 (0,82%) HV Dan 2632 (14.80%) MC pengendara tetap melintasi tambalan tanpa melakukan penghindaran, sementara 27 (0.15%) LV, 60 (0.34%) HV dan 0 (0%) MC bedasarkan hasil penelitian bahwa perilaku pengguna jalan dominan menghindari hasil tambalan. Kondisi fisik tambalan yang rusak terdiri dari lubang 38 kerusakan (38,85%), retakan 26 kerusakan (24,53%), permukaan bergelombang 22 kerusakan (22,64%), dan tambalan dengan ikatan terlepas 14 kerusakan (16,98%), hasil pengamatan jenis kerusakan hasil tambalan yang paling dominan jalan yaitu berlubang menandakan masalah mendasar dalam proses tambalan. Pengujian ekstraksi mengungkapkan kadar aspal rata-rata 5%, dengan distribusi butiran yang tidak memenuhi gradasi AC-WC, menunjukkan bahwa komposisi tidak sesuai dengan sertifikasi bina marga.
Â
Kata kunci: Kerusakan Tambalan Jalan
Â
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Adi Dwi Febrian, N. A. M, (2023), Evaluasi Tingkat Kerusakan Dan Rencana Perbaikan Jalan
Pada Ruas Jalan Bendosewu – Mronjo Di Kabupaten Blitar. X, 1–9.
Anonim, (2018), Pekerjaan, Kontruksi Jalan Dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga
Spesifikasi Umum.
Anonim, (2006), Pekerjaan, Kontruksi Jalan Dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga
Spesifikasi Umum.
Anonim, (2018), Pekerjaan, Kontruksi Jalan Dan Jembatan, Direktorat Jenderal Bina Marga
Spesifikasi Umum.
Anonim, (2018), Spesifikasi Bahan Tambalan Siap Pakai Campuran Beraspal, Direktorat
Jenderal Bina Marga Spesifikasi Umum.
Mukhyar, H. A. M. R. A. S. M, (2022), Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Jalan
Pada Jalan Lingkungan Pemukiman Di Jalan By Pass Kota Rantau. Sukirman, (1999), Perkerasan Lentur Jalan Raya. Nova, Bandung.
Suparno, (2023), Analisa Kerusakan Jalan Kabupaten Ruas Klampok – PG Banjaratma
Kabupaten Brebes. 1, 10–1
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.
| ALAMAT KANTOR REDAKSI : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe Jalan Banda Aceh - Medan Km 280,3 Buketrata Po Box 90, Telp (0645) 42785 Fax (42785) |
