Kaji eksperimental pengaruh lapisan dinding dengan material es dan garam pada dinding cold box terhadap laju perpindahan panas

Adi Setiawan, Faisal Faisal, Andrian Sulaiman

Abstract


Sosis merupakan makanan siap saji yang bahan baku utama adalah daging ayam, dimana proses penyimpanannya membutuhkan temperatur -18°C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain kotak penyimpanan sosis yang memiliki laju perubahan temperatur paling rendah. Kotak yang dirancang terbuat dari bahan styrofoam-kayu-garam-kayu, yang diharapkan mampu mempertahankan temperatur dingin target waktu 7-8 jam. Dari hasil pengujian kotak styrofoammemiliki laju perubahan temperatur sosis yang tinggi, yaitu sebesar 0,68 °C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 1,23–0,78 Watt. Pada kotak styrofoam berlapis kayu-garam-kayu memiliki laju perubahan temperatur sosis sebesar 0,3°C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 0,73–1,5 Watt. Untuk kotak styrofoam berlapis kayu-es-garam-kayu laju perubahan temperaturnya paling rendah, yaitu sebesar 0,06°C/jam dengan laju perpindahan panas berkisar antara 1,12–1,09 Watt sehingga dapat disimpulkan bahwa lapisan kotak yang paling baik adalah kotak styrofoam berlapis kayu-es-garam-kayu.

 

Kata kunci: Perpindahan panas,sosis, kotak penyimpan sosis.

References


ASHRAE, 1971. “Guide And Data Book Applications”. Mc.Graw Hill, New York.

Ali Khomsan. 2003. Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: PT. RajagrafindoPersada

Budiansa Akbar. 2013. Laporan Fisika Suhuhttp://www.peternakan11.blogspot.com, diunduh tanggal 22 Agustus 2016

Desrosier, N.W. 1988.Teknologi Pengawetan Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Depkes RI, 1990. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 416/Menkes/Per/IX/1990, Jakarta.

Desrosier, N.W.1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Pita, E.G., 1981, Air Conditioning Principles and Systems–AnEnergy Approach, John Wiley & Sons, Inc.

Tranggono dan Sutardi. 1990. Biokimia dan Teknologi Pascapanen.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Praptiningsih, Yhulia; Maryanto; Tamtarini. 1999. Buku Ajar Teknologi Pengolahan. Jember, Universitas Jember.

Winarno, F.G. dkk. 1980. Pengolahan Teknologi Pangan. Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Harris. N.C., 1983. Modern Air Conditioning Practice, 3rd Edition, Mc.Graw Hill, Singapore.

Holman, JP, (1988). ” Perpindahan Kalor, Edisi ke-enam”. Erlangga, Jakarta.

Incropera, F.P., De Witt, D.P., 1981, Heat And Mass Transfer, 4rd Edition, John Willey and Sons Inc., New York.

Koestor, Raldi Artono. 2002. Perpindahan Kalor Untuk Mahasiswa Teknik. Jakarta.: Selemba Teknika.

Kreith, F. 1986. Prinsip-Prinsip Perpindahan Panas, Terjemahan Prijono. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kresnawati, Fitrya (2008) Transformasi Energi Cahaya Matahari Menjadi Energi Termal Pada Bahan Pasir, Tanah, Dan Bata Merah. In: Seminar Tugas Akhir S1 Jurusan Fisika FMIPA UNDIP . (Unpublished)

Mark Kurlansky, 2002, Salt A World History, Walker Publishing Company.

Moertjipto, 1994, Makanan Wujud, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta

Mikheyev, M, (1986) “Fundamentals of Heat Transfer”, John Willey & Sons Inc, New York.

Notoatmodjo, Soekidjo, 2003, Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka, Cipta. Jakarta.

Pratama, putra, 2010, Karakterisitik Termal Kayu Meranti Sebagai Bahan Baku Gitar Akustik Menggunakan Proses Pengeringan Lapisan Tipis, http://repository.ipc.ac.id, di unduh tanggal 15 mei 2016

Tambunan, A.H., Teknik Pendinginan (diktat kuliah)




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jpl.v15i1.368

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
 |  Add comment





      

 

   

   

   

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Mailing Address:

Politeknik Negeri Lhokseumawe

Jl. Banda Aceh-Medan
Km. 280,3, Buketrata, Mesjid Punteut, Blang Mangat,
Kota Lhokseumawe, 24301

Propinsi Aceh,
Indonesia