Penentuan sudut posisi sudu arah horizontal untuk pengembangan sudu model furrower aerator kincir

Samsul Bahri

Abstract


Tingkat keberhasilan usaha budidaya tambak secara intensif sangat dipengaruhi oleh kemampuan petani untuk mengatasi penurunan kualitas air yang salah satunya masalah kelarutan oksigen yang rendah melalui proses aerasi. Salah satu tipe alat aerasi yang umum digunakan adalah aerator kincir karena merupakan aerator yang paling baik dari segi mekanisme aerasi dan tenaga penggerak yang dapat digunakan. Namun aerator ini masih memiliki kinerja aerasi yang rendah sehingga biaya operasional kincir untuk pengelolaan budidaya tambak masih tinggi. Selama ini usaha peningkatan kinerja aerasi dilakukan dengan pengembangan sudu secara dua dimensi. Hal ini tidak memberikan hasil yang optimal karena kebutuhan daya untuk aerasi berbanding lurus dengan kenaikan laju aerasi. Pengembangan sudu tiga dimensi merupakan salah satu alternatif solusi. Sudut posisi sudu arah horizontal merupakan parameter desainnya. Penelitian bertujuan mendapatkan sudut posisi sudu arah horizontal untuk pengembangan sudu tiga dimensi. Kincir yang digunakan mempunyai sudu delapan buah, ukuran sudu 15x20 cm dengan diameter lubang sudu 16 mm dan sudut posisi sudu arah vertikal 45º. Variasi sudut posisi sudu arah horizontal dilakukan pada 0º, 15º dan 30º dengan putaran kincir 115, 135 dan 154 rpm pada kecelupan sudu 12 cm. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan torsi dan daya listrik yang digunakan dan volume penutupan semburan yang dihasilkan sebagai kesamaan dari laju perpindahan oksigen yang terjadi. Hasil pengujian terbaik dihasilkan pada sudut posisi sudu arah horizontal 30º dengan putaran kincir 154 rpm yaitu torsi 46.70 N, daya listrik 564.39 Watt, dan volume penutupan semburan 4.55 m3.
Kata Kunci: aerator kincir, sudut posisi sudu arah horizontal, torsi, daya listrik, volume penutupan semburan.

References


Bhuyar LB, Thakre SB, and Ingole NW,”Design characteristics of curved blade aerator w.r.t. aeration efficiency and overall oxygen transfer coefficient and comparison with CFD modeling,” International Journal of Engineering,Science and Technology 1: 1-15. 2009.

Boyd CE,”Pond water aeration systems,” Aquac Eng 18:9-40. 1998.

Laksitanonta S, Singh S, and Singh G, A review of aerators and aeration practices in Thai Aquaculture, ”Agricultural Machanization in Asia, Africa and Latin America 34 (4):64-71. 2003.

Moore JM and Boyd CE,” Design of small paddle wheel aerators,” Aquac Eng 11:55-69. 1992.

Moulick S, Mal BC, and Bandyopadhyay,” Prediction of aeration performance of paddle wheel aerators,” Aquac Eng 25:217-237. 2002.

Munson, Young, and Okiishi,” Fundamentals of fluid mechanics’” USA : John Wiley & Sons, Inc. 518-538, 2006.

Peterson EL and Walker MB,” Effect of speed on Taiwanese paddelwheel aeration,” Aquac Eng 26:129-147. 2002.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jpl.v14i2.339

Refbacks

  • There are currently no refbacks.
 |  Add comment





      

 

   

   

   

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

 

Mailing Address:

Politeknik Negeri Lhokseumawe

Jl. Banda Aceh-Medan
Km. 280,3, Buketrata, Mesjid Punteut, Blang Mangat,
Kota Lhokseumawe, 24301

Propinsi Aceh,
Indonesia