PEMBINAAN KELOMPOK MASYARAKAT PENGRAJIN BORDIR DESA MANGGA II DENGAN PENDEKATAN PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN

Fitrawaty Fitrawaty, Armaini Rambe, Karya Sirnulingga, Gamal Kartono

Abstrak


Desa Mangga Dua, Kecamatan Beringin Kabupaten Serdang Bedagai dihuni oleh 1106 KK. Pekerjaan kepala rumah tangga terbagi menjadi tiga kelompok yaitu Pegawai, Petani dan Peternak. Akan tetapi mereka masyarakat yang sangat terbuka dengan perkembangan dan mempunyai keinginan yang kuat meningkatkan pengetahuan dan taraf hidup. Hal ini terbukti saat tim membina salah satu kelompok masyarakat yang tergabung dalam kelompok UPPKS Kemuning mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari LPM Unimed, mereka sangat antusias. Kelompok ini dinilai sangat berhasil meningkatkan usahanya. Sementara di Desa tersebut terdapat 60 KK ibu rumah tangganya juga mempunyai usaha yang sama yaitu menjahit. Mereka kebanyakan masih menjahit sesuai orderan atau limpahan pekerjaan dari kelompok kemuning. Mereka juga sangat berharahap akan dilakukannya pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan seperti kelompok UPPKS Kemuning. Tim berusaha mendiskusikan dengan kepala desa, kelompok PKK dan ibu perwiritan untuk membentuk kampung bordir yang pada akhirnya tercipta badan usaha desa dalam bentuk koperasi. Tawaran ini langsung disambut mereka terutama bapak kepala desa yang menjanjikan akan memasukkan kedalam RPJMD. Metode yang dilakukan dalam mewujudkan hal tersebut diatas TIM menyusun program dalam bentuk tranfer ilmu dan pendampingan yang berkelanjutan. Tim yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari 4 fakultas yang berbeda yang mempunyai fungsi dan keahliannya masing-masing. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa untuk dapat berperan dalam pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diawali dari pemetaan peserta baik dari segi pasilitas yang dimiliki, omset, dan keterampilan yang sudah dikuasai. Transfer ilmu untuk pembekalan pada masyarakat, kemudian tim bersama dengan masyarakat berusaha meningkatkan mutu produk dengan melibatkan tenaga ahli, mahasiswa dan tutor sebaya. Menciptakan produk yang mempunyai kekhasan daerah sehingga dapat berdaya saing. Perbaikan dari segi manajemen usaha seperti pembukuan secara manual. Demikian juga sistem pemasaran yang berbasis IT dan sistem online akan dilakukan. Dari hasil pembinaan yang dilakukan telah menghasilkan produk yang lebih baik dengan basis motif etnis Sumatera Utara. Secara manajemen pembukuan setiap peserta telah menggunakan pembukuan standar yang telah dirancang oleh tim. Disamping itu, peserta juga berhasil menghasilkan produk turunan dari kain percah yang selama ini menjadi limbah.

Kata kunci : Bordir, Pelatihan, Pendampingan, Berkelanjutan


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bidang Ilmu Seni, 2013. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia PDII-LIPI.

Nasution H.A. Bustanul A.N Muhammad S., 2001, Membangun Spirit Entrepreneur Muda Indonesia, Jakarta, Gramedia.

Ridwan, A. S.2013. Pembinaan Masyarakat Berbasis IPTEKS, Ciptapustaka Media Perintis.

RPJMDES (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) 2014 – 2019 Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai

Sambodho, P., Usman, S., Sulaksono, B., & Mawardi, M. S. (2013). Field Report Studi Pengembangan Modul Pengentasan Kemiskinan : Mendorong Terwujudnya Pengarusutamaan Kemiskinan Dan Kerentanan Studi Kasus di Kabupaten Kebumen, Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Bombana. Retrieved from USAID website http://www.smeru.or.id/report/field/povtoolkit/povtoolkitfield_ind.pdf.

Suryana. (2013) Ekonomi Kreatif, Ekonomi Baru. Mengubah Ide danMenciptakan Peluang. Jakarta: Salemba Empat

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Jakarta, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian Perdagangan Kota Serdang Bedagai. (2013). Rencana Strategis Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serdang Bedagai Tahun 2013 – 2018. Serdang Bedagai: Diskukm dan perindag


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.