Pengaruh Sudu Pengarah Terhadap Peningkatan Temperatur Aliran Penukar Panas Udara Tubular Aliran Berlawanan

Syukran Syukran

Abstrak


Abstrak— Penukar/pemindah panas (heat exchangers, HE) adalah peralatan yang digunakan untuk mengubah temperatur fluida dengan cara mempertukarkan panasnya dengan fluida lain. Pemakaian sudu pengarah pada penukar panas diyakini dapat meningkatkan perpindahan panas.  Dalam aplikasi pengering penukar panas umumnya digunakan untuk mengeringkan produk hasil perkebunan seperti kopi, coklat, pinang, dan lain-lain. Penelitian aplikasi penukar panas untuk pengering telah banyak dilakukan sebelumnya, namun fokus penelitian umumnya untuk kasus penukar panas tanpa sudu pengarah, sedangkan penelitian untuk kasus penukar panas menggunakan sudu pengarah belum ditemukan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui peningkatan temperatur pengaruh pemasangan sudu pengarah pada penukar panas udara jenis aliran berlawanan. Penelitian dilakukan  dengan melakukan fabrikasi 2 (dua) unit penukar panas 100cm (p)x12 inci(d) tipe shell and tube yang menggunakan sudu pengarah dan tidak menggunakan sudu pengarah.  Hasil pengujian 1)           Pemasangan sudu pengarah dalam laluan aliran menyebabkan terjadi kenaikan temperatur sebesar 62oC atau 91,2%. Efisiensi penukar panas menggunakan sudu pengarah (38%) jauh lebih tinggi dibanding penukar panas tanpa sudu pengarah (14,0%).

Kata kunci— Penukar panas, shell, tube, sudu pengarah, efisiensi.

 

Abstract— Heat exchangers are equipment used to change fluid temperature by exchanging heat with other fluids. The use of guide blades in the heat exchanger is believed to increase heat transfer. In the heat exchanger dryer application is generally used to dry agriculture products such as coffee, chocolate, areca nut and others. Research on application of heat exchangers for dryers has been done previously, but the focus of the research is generally on the case of heat exchangers without baffle, while research for cases of heat exchangers using baffle has not been found. The main objective of this study was to determine the increase in the temperature of the influence of baffle on the opposite flow in counter flow heat exchanger. The research was carried out by fabricating 2 (two) unit  heat exchanger shell and tube 100cm (p) x12 inch (d) that used baffle and non baffle. Test results 1) Installation of baffle in the flow path causes a temperature increase of 62oC or 91.2%. The efficiency of the heat exchanger using the baffle (38%) is much higher than that of the heat exchanger without baffle (14.0%).

Keywords— Heat excanger, shell and tube, baffle, efficiency.

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Angga Riansyah, dkk. (2013,Nov.) “Pengaruh perbedaan suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik ikan asin sepat siam”, Jurnal Fishtech, 2(1)

Syukran (2018, Aug.) “Kaji Efisiensi Temperatur Penukar

Panas Dengan Variasi Aliran Untuk Aplikasi Pengering”. Jurnal Polimesin, 16(2), pp.39-42.

Arthur P. Fraas, Heat Exchanger Design, John Wiley & Sons, United States of America, 1988

C.M. Vant Land, Industrial Drying EquipmentSelection and Application, Marcel Dekker, Inc, America, 1991

Ditjenbun, Statistik Perkebunan Indonesia, Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, 2006.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.