Pembuatan Membran Keramik Sebagai Media Filter Untuk Penyaringan Air PDAM

Saifuddin Saifuddin

Abstrak


Abstrak— Pertumbuhan penduduk yang meningkat akan memberikan tekanan besar terhadap jumlah ketersediaan sumber-sumber air. Air PDAM yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini masih belum memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan membran dalam mengolah air PDAM dan mengetahui besarnya penurunan turbidity, TDS, pH, Fe dan Mn serta bakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan perbandingan komposisi dari tanah liat: pasir silika sebesar 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Pengujian karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) terhadap membran keramik dengan komposisi Tanah liat: pasir silika yaitu 50:50 pada perbesaran 1500x menunjukkan struktur pori dari membran. Pengukuran Fluks Membran menunjukkan fluks membran terbesar pada komposisi Tanah liat: pasir silika yaitu 50:50 dengan ukuran partikel pasir silika 35/42 mesh sebesar 0,680 Kg/jam.m2. Pengaruh komposisi membran terhadap efisiensi penyisihan Total Dissolved Solid dan kekeruhan yaitu efisiensi Total Dissolved Solid terbesar 56,25% dan efisiensi kekeruhan sebesar 99,96%. Permeat yang diperoleh sesuai dengan PERMENKES No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Kata kunciair PDAM, air minum, pasir silika,membran keramik.


Abstract— Increasing population growth will give a great deal of pressure on the amount of water resources available. PDAM water that is widely used by the community currently still does not meet the requirements as healthy drinking water based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number: 492 / Menkes / Per / IV / 2010. This study aims to determine the ability of the membrane in treating PDAM water and determine the amount of reduction in turbidity, TDS, pH, Fe and Mn and E.coli bacteria. This research was carried out with the composition ratio of clay: silica sand of 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Characterization testing using Scanning Electron Microscopy (SEM) on ceramic membranes with a composition of clay: silica sand is 50:50 at 1500x magnification indicating the pore structure of the membrane. Membrane Flux Measurement shows the largest membrane flux in the clay composition: silica sand is 50:50 with a particle size of 35/42 mesh silica sand of 0.680 Kg / h.m2. The effect of membrane composition on Total Dissolved Solid removal and turbidity efficiency is the largest Total Dissolved Solid efficiency of 56.25% and turbidity efficiency of 99.96%. The permeate obtained in accordance with PERMENKES No. 492 / Menkes / Per / IV / 2010 concerning drinking water quality requirements.

 

Key words - PDAM water, drinking water, silica sand, ceramic membranes.

 


Abstrak— Pertumbuhan penduduk yang meningkat akan memberikan tekanan besar terhadap jumlah ketersediaan sumber-sumber air. Air PDAM yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini masih belum memenuhi syarat sebagai air minum yang sehat berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 492/Menkes/Per/IV/2010. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemampuan membran dalam mengolah air PDAM dan mengetahui besarnya penurunan turbidity, TDS, pH, Fe dan Mn serta bakteri E.coli. Penelitian ini dilakukan dengan perbandingan komposisi dari tanah liat: pasir silika sebesar 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Pengujian karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) terhadap membran keramik dengan komposisi Tanah liat: pasir silika yaitu 50:50 pada perbesaran 1500x menunjukkan struktur pori dari membran. Pengukuran Fluks Membran menunjukkan fluks membran terbesar pada komposisi Tanah liat: pasir silika yaitu 50:50 dengan ukuran partikel pasir silika 35/42 mesh sebesar 0,680 Kg/jam.m2. Pengaruh komposisi membran terhadap efisiensi penyisihan Total Dissolved Solid dan kekeruhan yaitu efisiensi Total Dissolved Solid terbesar 56,25% dan efisiensi kekeruhan sebesar 99,96%. Permeat yang diperoleh sesuai dengan PERMENKES No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum.

Kata kunciair PDAM, air minum, pasir silika,membran keramik.

 

Abstract— Increasing population growth will give a great deal of pressure on the amount of water resources available. PDAM water that is widely used by the community currently still does not meet the requirements as healthy drinking water based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number: 492 / Menkes / Per / IV / 2010. This study aims to determine the ability of the membrane in treating PDAM water and determine the amount of reduction in turbidity, TDS, pH, Fe and Mn and E.coli bacteria. This research was carried out with the composition ratio of clay: silica sand of 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50. Characterization testing using Scanning Electron Microscopy (SEM) on ceramic membranes with a composition of clay: silica sand is 50:50 at 1500x magnification indicating the pore structure of the membrane. Membrane Flux Measurement shows the largest membrane flux in the clay composition: silica sand is 50:50 with a particle size of 35/42 mesh silica sand of 0.680 Kg / h.m2. The effect of membrane composition on Total Dissolved Solid removal and turbidity efficiency is the largest Total Dissolved Solid efficiency of 56.25% and turbidity efficiency of 99.96%. The permeate obtained in accordance with PERMENKES No. 492 / Menkes / Per / IV / 2010 concerning drinking water quality requirements.

Key words - PDAM water, drinking water, silica sand, ceramic membranes.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Susanto, Thedy. 2010. Pengolahan Air Pdam Surabaya MenJadi Air Siap Minum Menggunakan Gac, Filter Pasir Silica Dan Uv. Skripsi Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya

Choiriyah, D., Riandini, E., Wulandari, A., Indah, P.D.O., Rachma, H.A dan Pramono, E. 2015. Pembuatan Dan Karakterisasi Membran Keramik Micro-filtrasi dari zeolit alam untuk filtrasi zat warna Procion Red Mx8b Dan Metilen Biru. Jurnal penelitian kimia. Vol. 11. No. 1. Hal: 8-14.

Agmalini, S., Lingga, N dan Nasir, S. 2013. Peningkatan Kualitas Air Rawa Menggunakan Membran Keramik Berbahan Tanah Liat Alam Dan Abu Terbang Batubara. Jurnal Teknik Kimia. Vol. 19. No. 2. Hal: 59-68.

Nugroho, A., Sutomo, H.A., Iravati, S., Sarto dan Wijaya, R.Y. 2015. Studi Metode Penambahan Perak Nitrat Pada Saringan Keramik Terhadap Escherichia Coli Pada Air Minum. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol. 2. No. 10. Hal: 232-238.

Nasir, S., Budi, T dan Silviaty, I. 2013. Aplikasi Filtrasi Keramik Berbasis Tanah Liat Alam dan Zeolit Pada Pengolahan Air Limbah Hasil Proses Laundry. Jurnal Bumi Lestari. Vol. 13. No. 1. Hal: 45-51.

Maulida, E. 2017. Pemurnian Air Gambut Menggunakan Membran Keramik Termodifikasi Arang Aktif dan Kaporit. Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi DIV Teknologi Kimia Industri Politeknik Negeri Lhokseumawe. Karya tidak diterbitkan.

Haryadi, E.T. 2015. Evaluasi Kinerja Instalasi Pengolahan air (IPA) Lhoksukon II PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara. Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi DIV Teknologi Kimia Industri Politeknik Negeri Lhokseumawe. Karya tidak diterbitkan.

Departemen Kesehatan. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Depkes.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.