Penurunan Kadar Logam Dan Senyawa Organik Pada Air Gambut Menggunankan Adsorben Modifikasi Kaolin Surfakatan

Alfian Putra

Abstrak


Abstrak-Penelitian ini dilakukan untuk optimalisasi daya serap kaolin dengan cara melakukan modifikasi dengan surfaktan. Surfaktan yang digunakan adalah jenis  amfolitik yaitu surfaktan yang mengandung gugus yang bersifat anionik dan kationik. Penggunaan jenis surfaktan ini disebabkan sebagian besar  kandungan air gambut  terdapat senyawa organik dan ion logam terutama mengandung logam Fe dan Mn. Limbah yang digunakan yaitu air gambut yang berasal dari daerah Geuredong Pase Desa Embang, Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak 300 gram kaolin dimodifikasi dengan masing-masing 45 %; 60%; dan 75% surfaktan amfolitik. Limbah yang digunakan sebanyak 200 ml dengan kondisi awal kadar Fe (II) 20,58 ppm, Mn (II) 1,007 ppm, dan kadar organik 20,32 ppm. Proses adsorbsi dilakukan dan 90 menit dengan kecepatan pengadukan 90 rpm. Kadar Fe dan Mn serta senyawa organik setelah proses adsorbsi dianalisa menggunakan AAS Agilent Technologies 200, TOC-VCPH Shimadzu.

 

Kata Kunci : Adsorbsi, air gambut, kaolin, ion logam, surfaktan                                                   

 

Abstract- This research was conducted to optimize the absorbability of kaolin by conducting modification with surfactant. The surfactant used is a type ampholytic, containing groups both anionic and cationic. The use of surfactants is due largely peat water contained organic compounds and metal ions mainly Fe and Mn. The peat waste used  comes from the Geuredong Pase Embang village, North Aceh. Kaolin of 300 grams modified with 45%; 60%; and 75% ampholytic, respectively. The waste used was 200 ml with the composition of Fe (II) 20.58 ppm, Mn (II) 1.007 ppm and 20.32 ppm organic content. The adsorption process was conducted for 90 minutes with 90 rpm stirring speed variation. The concentration of Fe and Mn as well as organic compounds after adsorption process was analyzed using AAS 200 Agilent Technologies and Shimadzu TOC-VCPH.

 

Keywords: Adsorption, peat water, kaolin, metal ions, surfactants


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


. Kusnaedi. 2006. Mengolah Air Gambut dan Kotor untuk Air Minum, Penebar Swadaya, Jakarta, Hal. 17-20.

. Jalaluddin, Toni. 2005. Pemanfaatan Kaolin sebagai Bahan Baku Pembuatan Aluminium Sulfat dengan Metode Adsorpsi. Jurnal Sistem Teknik Industri, 6(5):71-74.

. Mardhania, Silvia. 2015. Optimalisasi Modifikasi Kaolin-Surfaktan dalam Penyisihan Logam Besi (Fe) menggunakan Analisis Response Surface Methodology (RSM). Laporan Penelitian Teknik Kimia. Politeknik Negeri Lhokseumawe.

. Septia, Eva. 2015. Aplikasi Response Surface Methodology (RSM) pada Penyisihan Logam Mangan (Mn) menggunakan Modifikasi Adsorben Kaolin-Surfaktan. Laporan Penelitian Teknik Kimia. Politeknik Negeri Lhokseumawe.

. Kumar, Li and Brown, H., Faghigian. 2007. Modification of Clinoptilolite by Surfactants for Molibate Adsorption from Aqous Sollution. Journal of Science, 3(14): 239-245

. Wijaya, K., Mudasir, Thahir., dan Asean, F. 2003. Inklusi Senyawa P-Nitroanilin ke dalam Pori-Pori Montmorillionit Terpilar TiO2. Jurnal Kimia, 2(6): 84-94.

. Amer,W.,Khalili,F.,Awwad,A. 2010. Adsorption of Lead, Zink and Cadmium ions on Polyphosphate-Modified Kaolinite Clay. Journal of Environment Chemistry and Ecotoxicoligy, (2): 1-8

Halim, A. ,Nassrullah. 2013. Preparation and Formation of Zeolite 5A from Local Kaolin Clay for Drying and Desuphurization of Liquefied Petroleum Gas, Iraqi Journal of Chemical and Petroleum Engineering Vol.14 No.1


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.