Penggunaan Senyawa Fosfor Pada Konstruksi Wetland Dalam Pengolahan Limbah Menggunakan Akar Wangi (Chrysopogon Zizanioides)

Mahyun Syafril Hidayat

Abstrak


Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan dosis Fosfor dan pengaruh waktu tinggal terhadap penyisihan konsentrasi limbah menggunakan konstruksi wetland (lahan basah) dalam pengolahan limbah waduk Lhokseumawe. Pada penelitian ini tanaman yang digunakan pada konstruksi wetland yaitu akar wangi (Chrysopogon zizanioides). Untuk melihat kinerja tanaman digunakan senyawa Fosfor sebagai nutrisi dengan konsentrasi Fosfor yang digunakan yaitu 0 ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm dan 100 ppm dan waktu tinggal dengan variasi 3 hari, 6 hari, 9 hari dan 12 hari berturut - turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan senyawa Fosfor mempengaruhi kinerja tanaman akar wangi dalam penurunan nilai konsentrai limbah diantaranya Fe, Pb, COD dan nilai pH pada air waduk Lhokseumawe. Efisiensi penyisihan tertinggi konsentrai Fe sebesar 21,3 % untuk tanaman dengan nutrisi Fosfor, sedangkan tanaman tanpa nutrisi Fosfor efisiensi penyisihannya sebesar 11,6 %, penurunan  konsentrasi Pb untuk tanaman dengan nutrisi Fosfor efisiensi tertinggi 27,4 % sedangkan tanaman tanpa nutrisi Fosfor efisiensi penyisihannya 10,7 %, Penurunan nilai COD untuk tanaman bernutrisi Fosfor efisiensi penyisihan tertinggi 32,9 % kemudian pada tanaman tanpa Fosfor efisiensinya 19,5 % dan nilai pH efisiensi penurunan tertinggi sebesar 17,5% untuk tanaman dengan Fosfor sedangkan pada tanaman tanpa Fosfor sebesar 14,7 %. Waktu tinggal terbaik dalam menurunkan konsentrasi limbah waduk Lhokseumawe yaitu 12 hari.

Kata Kunci : Akar wangi, COD, Fosfor, Konstruksi wetland, Limbah.

 

Abstract-This research aims to study the effect of the addition of Phosphorus dosage and the influence of residence time to elimination the waste concentration using construction wetland in wastewater treatment of Lhokseumawe dam. In this study the plants used in construction wetland are Vetiver (Chrysopogon zizanioides). To see the performance of the plant used phosphorus compounds as nutrients with the concentration of phosphorus used is 0 ppm, 70 ppm, 80 ppm, 90 ppm and 100 ppm and residence time with variations of 3 days, 6 days, 9 days and 12 consecutive days. The results showed that the presence of phosphorus compounds affected the performance of vetiver plants in the reduction of waste concentration values such as Fe, Pb, COD and pH values in Lhokseumawe reservoir water. High efficiency of allowance for Fe content of 21.3% for plants with phosphorus nutrients, while non-nutritive plants Phosphorus 11.6% removal efficiency, decreased Pb concentration for plants with nutrients Highest efficiency phosphorus 27.4% while non-nutrient plants Phosphorus efficiency of removal 10.7%, Decrease in COD value for nutrient plants Phosphorus highest allowance efficiency of 32.9% then in plants without phosphorus efficiency of 19.5% and pH value of highest efficiency decrease of 17.5% for plants with Phosphorus while in plants without Phosphorus equal to 14.7%. The best residence time in reducing Lhokseumawe Reservoir waste concentration is 12 days.

 

Keywords :, COD, Construction wetland, Phosphorus, Vetiver, Waste.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


C. S. P. Suswati dan G. Wibisono,2013. Pengolahan Limbah Domestik dengan Teknologi Taman Tanaman air (Costructed Wetland). Indonesian Green Technology Journal. Vol.2 (2),hal.70-77.

D. Astututi, M. Lindu, R. Yanidar,M. M. Kleden, 2016. Kinerja Subsurface Constructed Multylayer Filtration Tipe Aliran Vertikal dengan Menggunakan Tanaman Akar Wangi (Vetivera Zezanioides) dalam Penyisihan BOD dan COD dalam Air Limbah Kantin. Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah. Vol.1

(2),hal.91-108.

A. Mustafa, 2013. ConstructedWetland for Waswater Treatment and Reuse : A Case Study of Developing Country. International Journal of Environmental Science and Development. Vol.4 (1),hal.20-24.

D. Ariyani, R. Syam, U. B. L. Utamidan R. I. Nirtha, 2014. Study of Fe and Mn Metals Absorption Phytoremediation by Purun Tikus (Eleocharis dulcis) on Acid Mine Water. Jurnal Sains dan Terapan Kimia. Vol. 8 (2),hal.87-93.

D. N. Sari, S. Yusnaini, A. Niswati,Sarno, 2016. Pengaruh Dosis dan Ukuran Butir Pupuk Fosfat Super yang Diasidulasi Limbah Cair Tahu Terhadap Serapan P dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea Mays L.). Jurnal Agrotek Tropika. Vol. 4 (1).hal 81-85.

G. A. Di Luca⁎, M. A. Maine, M. M.Mufarrege, H. R. Hadad,

M. C. Pedro, G. C. Sánchez, S. E. Caffaratti, 2017. Phosphorus Distribution Pattern in Sediments of Natural and Constructed Wetlands. Ecological Engineering. Vol.108,hal.227-233.

W. S. Sukmawati dan P. Asmoro,2014. Removal Cemaran BOD, COD, Phosphat (PO4) dan Detergen Menggunakan Tanaman Melati Air Sebagai Metode Constructed Wetland dalam Pengolahan Air Limbah. Jurnal Teknik Waktu. Vol.12 (1),hal.24-34.

L. Trivana, S. Sugiarti, E. Rohaeti,2015. Sintesis Zeolit dan Komposit Zeolit/TiO2 dari Kaolin serta Uji Adsorpsi Fotodegradasi Biru Metilena. ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia. Vol.11 (2),hal.147 162.

N. Arofah dan A. S. Erusani, 2014.Pengurangan Kadar N dan P pada Limbah Cair Laboratorium Secara Fitoremediasi Menggunakan Enceng Gondok (Eichornia crassipes). Al-Kauniyah Jurnal Biologi. Vol.7 (1),hal.16-21.

R. A. Setiyanto, Y. H. Darundiati, T.Joko, 2016. Efektivitas Sistem Constructed Wetlands Kombinasi Melati Air (Echinodorus palaefolius) dan Karbon Aktif dalam menurunkan kadar COD (Chemical Oxygen Demand) limbah cair rumah sakit banyumanik semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol.4 (1),hal.436-441.

Saryati, Supardi, S. Supandi, S.Rohmad, 2010. Penghilangan Logam Berat dalam Larutan dengan Zeolit Alam. Jurnal Zeolit Indonesia. Vol.9 (1),hal.33-39.

S. Kantawanichkul dan S. Wannasri,2013. Wastewater treatment performances of horizontal and vertical subsurface flow constructed wetland system in tropical climate. Songklanakarin Journal of Science and Technology. Vol. 35 (5),hal.599-603.

Siswanto, L. Darmayanti., Y. L.Handayani., M. Ridwan. 2014. Pengolahan Air Limbah Hotel Dengan Metode Free Surface Constructed Wetland Menggunakan Tumbuhan Equisentum hymale. Jurnal Teknobiologi. Vol.1,hal.37-42.

S. Basri dan E. Hamzah. 2015. StudiEksperimen : Efektivitas Kemampuan Tanaman Jeringau (Acorus calamus) untuk Menurunkan Kadar Logam Berat di Air. Higiene. Vol.1 (1), hal.49-59.

T. I. W. Sari, Muhsin, H. Wijayanti.2016. Pengaruh Metode Aktivasi pada Kemampuan Kaolin Sebagai Adsorben Besi (Fe) Air Sumur Garuda. Konversi. Vol.5 (2),hal 22-25.

Y. D. Putri, H. A. Holik, I. Musrifoh,A. D. Aryanti. 2014. Pemanfaatan Tanaman Eceng-Ecengan (Ponteridaceae) sebagai Agen Fitoremediasi dalam Pengolahan Limbah Krom. IJPST. Vol.1 (1),hal.20-25.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.