Pengembangan Konstruksi Mesin Pulper Portable Dalam Upaya Meningkatkan Efektifitas dan Produktifitas Petani Kopi di Desa Petukel Blang Jorong Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah

Indra Mawardi

Abstrak


Abstrak—Meningkatnya buah kopi setiap tahun perlu didukung dengan kesiapan teknologi dan sarana pascapanen yang spesifik untuk kondisi petani. Salah satu mesin pascapanen yang banyak digunakan adalah mesin pulper kopi. Konstruksi mesin pulper yang ada mempunyai konstruksi  statis dan berat. Selain itu, lokasi kebun kopi yang berada di perbukitan dan mengharuskan petani menurunkan buah kopi dari kebun yang berlokasi di pegunungan ke rumah untuk dikupas kulitnya. Hal menyebabkan proses pengupasan kulit menjadi terbatas. Penelitian bertujuan mengembangkan mesin pulper kopi portable, sehingga memudahkan proses pengupasan kulit buah kopi dimanapun lokasinya. Dengan tersedianya mesin ini akan meningkatkan efektifitas dan produktifitas petani kopi. Metode penelitian dimulai dengan merancang konstruksi rangka melakukan manufaktur sampai pengujian performance.  Proses manufaktur menggunakan mesin las dan mesin-mesin perkakas. Rangka mesin terbuat dari baja siku dan pipa. Komponen utama berupa motor penggerak dan mesin pengupas, dan komponen standar terdiri dari puli, sabuk, roda dan bantalan. Dari hasil pengembangan mesin pulper yang telah ada, telah terbangun satu unit mesin pulper kopi portable yang mempunyai konstruksi yang kompak. Konstruksi mesin penggerak dan alat pengupas teritegrasi pada konstruksi rangka yang kokoh. Mekanisme pergerakan dari mesin pulper kopi portable menggunakan gearbox, roda dan sistem transmisi puli dan sabuk. Mesin pengupas kulit buah kopi mempunyai spesifikasi; kecepatan kecepatan maju, sistem transmisi dengan kombinasi (gear - chain), sistem pergerakan menggunakan V-Belt dan tensioner, Dimensi (PxLxT) : 2010 x 855 x 1020 mm.

 

Kata kunci— kopi, petani kopi, mesin pulper, portable, efektif .

 

Abstract— The increase of coffee fruit every year needs to be supported by the readiness of technology and postharvest facilities that are specific to the conditions of farmers. One of the most widely used postharvest machines is coffee pulper machines. The existing pulper machine construction has static and heavy construction. In addition, the location of the coffee plantation is in the hills and requires farmers to drop coffee fruit from the gardens located in the mountains to the house to peel the skin. This causes the skin stripping process to be limited. The research aims to develop a portable coffee pulper machine, so as to facilitate the process of stripping coffee fruit skin wherever it is located. With the availability of this machine will increase the effectiveness and productivity of coffee farmers. The research method starts with designing a frame construction to do manufacturing until performance testing. The manufacturing process uses welding machines and machine tools. Machine frames are made of steel elbows and pipes. The main components are a drive motor and a peeler, and standard components consist of pulleys, belts, wheels and bearings. From the results of the existing pulper machine development, a portable coffee pulper machine has been built which has a compact construction. Construction of propulsion machines and integrated peeling tools on sturdy frame construction. Mechanism of movement of portable coffee pulper machines using gearboxes, wheels and pulley and belt transmission systems. Coffee fruit peeling machine has specifications; forward speed, transmission system with combination gear-chain, movement system using V-Belt and tensioner, Dimension (LxWxT): 2010 x 855 x 1020 mm.

Keywords— coffee, coffee growers, pulper machines, portable, effective

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Chandra, D., R.H. Ismono dan E. Kasymir. 2013. Prospek Perdagangan Kopi Robusta Indonesia di Pasar Internasional. Jurnal ilmu-ilmu Agribisnis (JIIA), Vol 1 No. 1 Tahun 2013. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2014. Statistik Perkebunan Indonesia 2013-2015 Kopi. Jakarta

http://www.indonesia-investments.com updated pada 8 Oktober 2015 (diakses 9 Mei 2018)

Thurmzi. 2014. Potensi dan Pengembangan Kopi di Aceh. Indonesia International Coffee Symposium 2014, Banda Aceh 19-22 November 2014.

Widodo, P. 2012. Pengembangan Mesin Pengolahan Kopi Skala UKM di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. http://www.pkpp.ristek. go.id (diakses 12 Mei 016).

Syahrir A. 2013. Perancangan Mesin Pengupas Kulit Kopi. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XII (SNTTM XII) & Thermofluid IV Universitas Lambung Mangkurat (Unila), Bandar Lampung, 23-24 Oktober 2013.

https://benermeriahkab.bps.go.id/ (diakses 10 Juli 2017)

Sukrisno Widyotomo, Ahmad,Soekarno dan Mulato. 2011. Kinerja Mesin Pengupas Kulit Buah Kopi Basah Tipe Tiga Silinder Horisontal. Jurnal Pelita Perkebunan, Volume 27, Nomor 1, Edisi April 2011.

Arya M.S,. 2014. Rancang Bangun Mesin Pengupas Kulit Kopi. Jurnal JRM, Vol. 1, No. 2 Tahun 2014

Stathers. T., R. Lamboll and B.M. Mvumi. 2013. Post-Harvest Agriculture in Changing Climate. International Journal for Rural Development, Vol. 47, No. 1, Tahun 2013.

Mayrowani H. 2013. Kebijakan Penyediaan Teknologi Pascapanen Kopi dan Masalah Pengembangannya. Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol 31, No. 1, Juli 2013. Bogor

Mayrowani, H., D.K.S. Swastika, R.N. Suheti dan Supadi, 2012. Kajian Kebijakan Pascapanen: Analisis Kebutuhan, Evaluasi Program, dan Dampak Penerapan Teknologi Pascapanen. Laporan Penelitian, Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.