Ekstraksi Minyak Coklat dari Biji Kakao dengan Penambahan Jenis Pelarut

Nafisah Nafisah, Fachraniah Fachraniah, Elwina Elwina

Abstrak


Abstrak – Biji kakao memiliki aroma yang khas dan menenangkan, biji kakao juga dapat diambil minyaknya dengan diolah menjadi bubuk kakao. Minyak coklat merupakan komoditas ekspor yang sangat bagus untuk tolak ukur ekonomi, yang dapat diekstraksi dari biji kakao.  Penelitian ekstraksi minyak coklat dengan penambahan pelarut oraganik telah dilakukan dengan metode ekstraksi soxhlet, yaitu suatu metode pemisahan yang digunanakan untuk mengeluarkan suatu  komponen yang terkandung dalam suatu padatan atau cairan yang dibantu dengan pelarut dan bubuk kakao 30 gram dengan variasi pelarut  pelarut (Etanol, dan Heksana), dengan volume pelarut (200, 250, 300 ml) dan waktu ekstraksi (120, 150, 180 menit). dan jumlah minyak ditunjukan oleh nilai rendemen sedangkan kualitias dari minyak coklat ditunjukan oleh hasil nilai dari kadar air, angka penyabunan, dan asam lemak bebas. Komposisi asam lemak yang terkandung didalam minyak coklat yang diuji dengan GC-MS. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pelarut heksana lebih baik dari pada pelarut etanol, dengan nilai rendemen tertinggi masing-masing yaitu 29,25 dan 20,39. Pada kualitas minyak coklat hasil memenuhi Standar Nasional Indonesia. Pengujian pada komposisi minyak coklat dengan GC-MS untuk n-heksana memiliki asam oleat sebesar 63,52% dan etanol sebesar 45,12%. Jenis pelarut berpengaruh terhadap kualitas minyak coklat yang dihasilkan, N-Heksana adalah pelarut yang bagus dibandingkan etanol.

Kata Kunci- Ekstraksi, Jenis Pelarut, Minyak Coklat, Rotari Evaporator, Variabel  Bebas.

 

Abstract - Cocoa beans have a distinctive and soothing aromamatic, cocoa beans can also be extracted by processing oil into cocoa powder. Cacao oil is an excellent export commodity for economic benchmarks, which can be extracted from cocoa beans. Cacao oil extraction research with the addition of organic solvents has been carried out by the Soxhlet extraction method, which is a separation method used to remove a component contained in a solid or liquid assisted by a solvent and 30 grams of cocoa powder with a variety of solvent solvents (Ethanol and Hexane), with a volume of solvent (200, 250, 300 ml) and extraction time (120, 150, 180 minutes). and the amount of oil is shown by the yield value while the quality of brown oil is shown by the results of the value of water content, saponification rate, and free fatty acids. The fatty acid composition contained in brown oil was tested by GC-MS. The results of the study showed that hexane solvents were better than ethanol solvents, with the highest yield of 29,25 and 20,39 respectively. The quality of cacao oil results meets Indonesian National Standards. Tests on brown oil composition with GC-MS for n-hexane had 63,52% oleic acid and 45,12% ethanol. The type of solvent affects the quality of the cacao oil produced, N-Hexane is a good solvent compared to ethanol.

Keywords- Extraction, Solvent, Oil, Brown, Rotary Evaporator, The Independent Variable.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan pusat statistik. 2013. Data ekspor impor. Retrieved from http://www.bps.go.id/exim-frame.php?kat=2. Diakses tanggal 13 agustus 2018.

Dini, Mariadi. 2000. Karakteristik Lemak Kakao Dari Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur Dan Bali, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Tamzil aziz ,victor f sitorus, barita ade rumapea, 2009. jurusan teknik kimia fakultas teknik universitas sriwijaya pengaruh pelarut heksana dan etanol, waktu Ekstraksi terhadap hasil ekstraksi Minyak coklat jurnal teknik kimia, no. 2, vol. 16, april 2009.

Safitri, V. 2012. Soxhlet alat ekstraksi lipid.

SNI. 2009. Syarat mutu minyak coklat (3748-2009)

Praptiningsih, yulia. 1999. Buku ajar teknologi pengolahan. Jember : FTP UNEJ.

Hites. Ronald. Spektrometri massa kromatografi gas.sekolah umum dan enviromental affairs dan departement of chemstry. Indian universita.

Jahurul M, Zaidul I, Norulaini N, Sahena F, Jinap S, Azmir J, Sharif K, Omar AM (2013) Cocoa butter fats and possibilities of substitution in food products concerning cocoa varieties, alternative sources, extraction methods, composition, and characteristics. J Food Eng 117(4):467–476.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhkseumawe



Creative Commons License

Prosiding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

© 2017 All rights reserved |Seminar nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe p-ISSN:2598-3954.

.