ANALISIS PENANGANAN LONGSORAN DENGAN PERKUATAN MINI PILE MENGGUNAKAN SOFWARE PLAXIS V 8.2 PEMBANGUNAN JALAN TOL BALIKPAPAN SAMARINDA

Juandra Hartono HARTONO

Abstract


Kondisi geologi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda berupa daerah perbukitan dan cekungan, batuan dasar berupa batu lempung, serpih dan lignit yang berpotensi menjadi bidang perlemahan. Permasalahan geoteknik terkait identifikasi longsoran di lokasi Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Sta. 2+850 – Sta. 3+125 adalah terjadinya kelongsoran. Pekerjaan tanah timbunan sudah pernah dilakukan namun hasilnya kurang begitu sempurna sehingga saat ini muncul kerusakan pada daerah tersebut. Untuk memperbaiki kegagalan yang terjadi perlunya peninjauan ulang dilapangan. Analisis faktor aman sebelum terjadi kelongsoran didapatkan hasil yang aman sedangkan secara aktual di lapangan mengalami kelongsoran sehingga perlu dilakukan kilas balik dengan melakukan analisa balik. Untuk memperbaiki serta untuk menjamin stabilitas struktur di masa datang perlu dilakukan rekayasa geoteknik berupa teknologi perkuatan lereng. Salah satu metode yang dipakai untuk perkuatan yaitu (mini pile). Mini pile memiliki kemampuan menghambat pergeseran tanah pada bidang longsornya. Mini pile yang digunakan sebagai alternatif penanganan berupa beton bertulang dengan panjang 6 m dan 9 m dengan jarak antar mini piles adalah 1 meter.  Metode yang digunakan untuk menganalisa denganmenggunakan program Plaxis versi 8.20.

Berdasarkan hasil analisa Program Plaxis didapatkan SF = 1,139 s/d 1,832 sedangkan untuk aman dilapangan digunakan SF > 1,30. Hasil perhitungan penanganan longsoran sebelum dilakukan penanganan didapatkan total displacement sebesar 0,109 m dan SF = 1,139, hal ini memunjukkan bahwa pekerjaan timbunan dilapangan masih cukup kritis dari sisi desain. Bila dilakukan perkuatan dengan model 1 (perkuatan dengan mini pile) ataupun dengan model 2 (perkuatan dengan mini pile & geotextile) didapatkan angka aman masing-masing sebesar SF=1,821 dan SF=1,832, hal ini menunjukkan bahwa tipe perkuatan antara kedua model tersebut perbedaannya tidak terlalu signifikan terbukti dengan selisih displacement antara kedua tipe tersebut sebesar = 0,002 m. Perkuatan sangat efektif  bila diletakan pada lapisan tanah keras atau melewati tanah lunak pada kedalaman 7 m dari muka tanah, hal ini dikarenakan adanya beban timbunan dengan tinggi 5-9 m dari tanah asli di lokasi tersebut. Berdasarkan angka aman yang didapat dan sesuai kondisi lapangan maka perkuatan yang dipilih menggunakan model 2 yaitu perkuatan dengan mini pile dengan penambahan geotekstil.

 Kata Kunci: lempung, tanah longsor, perkuatan, mini pile, geotekstil

 




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/portal.v12i1.1770

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Juandra Hartono HARTONO

Creative Commons License

Portal: Jurnal Teknik Sipil is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

©2018 All rights reserved | ISSN 2085-7454 (print) | 2622-576X (online)