Studi pengaruh variasi kuat arus terhadap sifat mekanik hasil Pengelasan GTAW alumunium 1050 dengan filler ER 4043

Amelia Rahmatika, Setiani Ibrahim, Megarini Hersaputri, Ely Aprilia

Abstract


Industri manufaktur di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan industri manufaktur sangat erat kaitannya dengan proses penyambungan logam melalui teknik pengelasan. Material Aluminium dan paduannya adalah salah satu jenis logam yang banyak digunakan dalam industri karena memiliki beberapa keunggulan sifat, diantaranya adalah ringan dan memiliki ketahanan korosi yang baik. Namun kelemahan material ini yaitu sukar untuk dilas. Penentuan parameter las sangat penting dalam proses pengelasan. Kuat arus las merupakan salah satu parameter proses pengelasan yang akan mempengaruhi sifat mekanik hasil lasan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat mekanik sambungan las Aluminium 1050 menggunakan paramater kuat arus dengan variasi nilai kuat arus yaitu 125 A, 150 A, dan 175 A. Metode pengelasan yang diterapkan pada penelitian ini adalah pengelasan GTAW dengan ER 4043 sebagai logam pengisinya. Pengujian kekuatan tarik dan pengujian kekerasan telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi kuat arus terhadap sifat kekuatan tarik dan kekerasan pada sambungan lasan. Berdasarkan pengujian tarik, kekuatan tarik tertinggi dicapai pada kuat arus 125 A dengan nilai 81,8 MPa. Hasil pengujian mikro Vickers menunjukkan bahwa nilai kekerasan pada daerah lasan selalu lebih besar dibandingkan nilai kekerasan di daerah HAZ dan logam induk untuk setiap kuat arus. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah lasan sebesar 69 HV diperoleh pada kuat arus terbesar yaitu 175 A.

Kata Kunci : Aluminium 1050, Pengelasan GTAW, Kuat Arus, Kekerasan, Kuat Tarik. 

 

Abstract

The manufacturing industry in Indonesia is experiencing very rapid development. The development of the manufacturing industry is very closely related to the process of connecting metals through welding. Aluminum material and its alloys are one type of metal that is widely used in industry because it has several advantages in properties, including being lightweight and having good corrosion resistance. But the weakness of this material is that it is difficult to weld. Determination of welding parameters is very important in the welding process. Welding current strength is one of the welding process parameters that will affect the mechanical properties of welds. This study was conducted to determine the mechanical properties of aluminium 1050 welded joints using current strength parameters with variations in the current strength of 125 A, 150 A, and 175 A. The welding method applied in this study is GTAW with ER 4043 as its filler metal. Tensile strength testing and hardness testing have been carried out to determine the effect of strong current variations on the properties of tensile strength and hardness in weld joints. Based on tensile testing, the highest tensile strength was achieved at 125 A current with a value of 81.8 MPa. The Vickers micro test results show that the hardness value in the weld area is always greater than the hardness value in the HAZ region and the parent metal for each current strength. The highest hardness value in the weld area of 69 HV is obtained at the largest current strength of 175 A.

 

Keywords : Aluminium 1050, GTAW welding process, Welding current strength, Hardness, Tensile strength test.

References


Mathers, G. The Welding of Aluminium and Its Alloy. Cambridge: Woodhead Publishing Ltd. 2002

Callister Jr, William D. Materials Science And Engineering An. Introduction, 7th Edition, New Jersey : John Wiley & Sons, Inc. 2007.

Wiryosumarto, Harsono dan Okumura, T. Teknologi pengelasan Logam. Jakarta: pradnya. 2002.

Ramzy, Salman S. Studi Pengaruh Variasi Kuat Arus dan Filler metal Terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik pada Proses Pengelasan GTAW Aluminium seri 1100. Skripsi. Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Institut Teknologi dan Sains Bandung. 2017.

Sri Widharto. Petunjuk Kerja Las. Jakarta: Pradnya Paramita. 2006.

Suratman, R. dan Sonawan W. Pengantar Untuk Memahami Proses Pengelasan Logam, PT. Alfabeta, Bandung. 2006.

ASTM B221-14. 2014. Standard Specification for Aluminum and Aluminum-Alloy, Extruded Bars, Rods, Wire, Profiles, and Tubes. ASTM International, West Conshohocken, PA.




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jpl.v17i1.731

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Add comment



 

   

 

Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.