Penerapan Metode Hebb Rule Pada Aplikasi Pengenalan Aksara Isyarat

Muhammad Nasir, Amri Amri, Izziah Maulina Izziah Maulina3

Abstrak


Abstrak— Suatu isyarat dapat dikenali melalui gerakan tubuh dan gerakan mulut seseorang. Aplikasi ini dilakukan untuk pengenalan aksara isyarat, agar orang – orang yang tidak berkebutuhan khusus lebih mudah menerjemahkan aksara isyarat seorang tunarungu. Bahasa isyarat merupakan media bagi penderita tuna rungu dan tuna wicara untuk berkomunikasi dengan sekitar. Mengacu pada Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), bahasa isyarat diklasifikasikan dalam dua kategori yaitu : bahasa isyarat statis dan bahasa isyarat dinamis. Bahasa isyarat statis adalah isyarat yang tidak melibatkan suatu pergerakan dalam penyampaiannya, sedangkan bahasa isyarat dinamis adalah bahasa isyarat yang melibatkan pergerakan dalam penyampainya. Penelitian ini dilakakukan dengan tujuan agar dapat membantu orang yang tidak berkebutuhan khusus ketika berkomunikasi dengan orang yang berkebutuhan khusus. Cara kerja aplikasi ini adalah dengan mendeteksi gerakan tangan menggunakan kamera dengan mengcapture objek. Rancangan ini menggunakan perangkat webcam. Objek yang digunakan dalam merancang akan berfokus pada tangan manusia.Hasil pengujian mengenai aksara isyarat berupa keluaran huruf dan diuji dengan menggunakan jarak 40 cm.

Kata Kunci : hebb rule, tuna rungu,tuna wicara,aksara isyarat, isyarat dinamis

 

Abstract— A gesture can be recognized through one's body movements and mouth movements. This application is done for the introduction of sign characters, so that people who are not in special needs are easier to translate the sign gesture of a deaf. Sign language is a medium for deaf and speech impaired people to communicate with around. Referring to the Indonesian Language Sign System (SIBI), sign language is classified into two categories: static sign language and dynamic sign language. Static sign language is a sign that does not involve a movement in its delivery, whereas dynamic sign language is a sign language that involves the movement of the conveyor. This research was carried out with the aim of helping people without special needs when communicating with people with special needs. The way this application works is by detecting hand movements using the camera by capturing objects. This design uses a webcam device. The object used in the design will focus on the human hand. The test results regarding the sign characters in the form of letter output and tested using a distance of 40 cm.

Keywords: Hebb Rule, Deaf, Speech, gesture


Referensi


REFERENSI

Rohmat, P. B. (2018). Implementasi Penerjemah Bahasa Isyarat Pada

Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan Metode Principal

Component Analysis (PCA), 103.

N.Sugianto,F.Samopa. (2015). Analisa Manfaat dan Penerimaan

Terhadap Implementasi Bahasa Isyarat Indonesia Pada Latar Belakang

Komplek Menggunakan Kinect dan Jaringan Syaraf Tiruan, 34

Iriantara, Y. (2014). Komunikasi Antar Pribadi, 24.

L Rika, N. (2014). Aplikasi Pembelajaran Bahasa Isyarat dengan

Memanfaatkan Computer Assited Intruction.

Margareta, H. (2013). Rancang Bangun Aplikasi Pembelajaran

Pengucapan bagi Penderita Tunarungu Menggunakan Teknologi Kinect.

I.Kautsar,R.I. Borman.(2015). Aplikasi Pembelajaran Bahasa Isyarat

Bagi Penyandang Tuna Rungu Berbasis Android Dengan Metode

BISINDO, 18.

Nasir. M., 2013. Deteksi Usia Tanaman Padi Berdasarkan Indeks Warna. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SNASTIKOM)

Nasir. M., 2015. Analisis Tekstur Tanaman Padi Menggunakan Ekstraksi Fitur Gray-Level Co-Occurence Matrix. Jurnal LITEK




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jim.v4i1.1015

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Hak Cipta (c) 2019 Muhammad Nasir, Amri Amri, Izziah Maulina Izziah Maulina3