Analisa kekuatan sambungan material AISI 1050 dengan ASTM A36 dengan variasi arus pada proses pengelasan SMAW

Aditia Aditia, Nurdin Nurdin, Adi Saputra Ismy

Abstract


Metal joining is a process carried out to connect 2 or more metal parts of a similar or dissimilar metal. Connection strength is the goal of the process of connecting metals or materials. SMAW welding is a process of connecting metals or materials using heat energy. The purpose of this study was to determine the effect of welding currents on the tensile strength of AISI 1050 and ASTM A36 material links. In this study, test data show that in the welding process using 120A current the tensile strength value is 51.27 kgf / mm2, followed by welding using a current of 140A with 49.31 kgf / mm2, and welding using a current 160A 48.25 kgf / mm2. In tensile testing of welding current variations with currents 120A, 140A, and 160A, all fractures approach the welded joint. From the test data it can be concluded that the current affects the tensile strength of the material which the process is affected by arc voltage, current magnitude, welding speed, magnitude of penetration and electric polarity. Determination of the amount of current in connecting metals using arc welding affects the efficiency of the welding results.

Keywords: SMAW Welding, Tensile Testing, AISI 1050 Steel and ASTM A36

                                                          Abstrak

Penyambungan logam adalah suatu proses yang dilakukan untuk menyambung 2 bagian logam atau lebih baik logam yang sejenis maupun tidak sejenis. Kekuatan sambungan merupakan tujuan dari proses penyambungan logam atau material. Pengelasan SMAW merupakan suatu proses penyambungan logam atau material dengan menggunakan energi panas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap kekuatan tarik pada sambunagn material AISI 1050 dan ASTM A36. Pada penelitian ini, Data pengujian menunjukkan bahwa pada proses pengelasan menggunakan arus 120A nilai kekuatan tarik adalah  sebesar 51,27  kgf/mm2, di ikuti oleh pengelasan menggunakan arus 140A dengan 49,31 kgf/mm2, dan pengelasan menggunakan arus 160A 48,25 kgf/mm2. Dalam pengujian tarik variasi arus pengelasan  dengan arus 120A, 140A, dan 160A, semua patah mendekati sambungan las. Dari data uji tersebut dapat disimpulkan bahwa arus berpengaruh terhadap kekuatan tarik material yang proses tersebut dipengaruhi oleh tegangan busur, besar arus, kecepatan pengelasan, besarnya penembusan dan polaritas listrik.Penentuan besarnya arus dalam penyambungan logam menggunakan las busur mempengaruhi efisiensi dari hasil pengelasan.

Kata kunci: Pengelasan SMAW, Pengujian tarik, Baja AISI 1050 dan ASTM A36

 

 

 


Full Text:

PDF

References


Arif Marwanto, S. P. Shield Metal Arc Welding.

A. Azwinur, S. A. Jalil, and A. Husna, “PENGARUH VARIASI ARUS PENGELASAN TERHADAP SIFAT MEKANIK PADA PROSES PENGELASAN SMAW,” J. POLIMESIN, vol. 15, no. 2, p. 36, Sep. 2017.

S. A.Jalil, Z. Zulkifli, and T. Rahayu, “ANALISA KEKUATAN IMPAK PADA PENYAMBUNGAN PENGELASAN SMAW MATERIAL ASSAB 705 DENGAN VARIASI ARUS PENGELASAN,” J. POLIMESIN, vol. 15, no. 2, p. 58, Sep. 2017.

Didit’s. (2015). Pengertian, Definisi Baja.

Endramawan, T., Haris, E., Dionisius, F., & Prinka, Y. “Aplikasi Non Destructive Test Penetrant Testing (Ndt-Pt) Untuk Analisis Hasil Pengelasan Smaw 3g Butt Joint”. JTT (Jurnal Teknologi Terapan), 3(2), 44–48. 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.