KINERJA BETON ASPAL AC-WC MENGGUNAKAN AGREGAT HALUS ENDAPAN ABU VULKANIK BURNI TELONG BENER MERIAH DENGAN BAHAN PENGIKAT ASPAL IRAN

Suci Qurratul Aini, Sulaiman AR, Mulizar Mulizar

Abstrak


Beton aspal sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Dalam Penelitian ini diuji pengaruh agregat halus terhadap campuran beraspal pada lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Concrete) dengan menggunakan abu vulkanik sebagai bahan pengganti agregat halus kemudian melihat seberapa besar persentase kadar endapan abu vulkanik yang sesuai untuk digunakan dalam campuran aspal beton dan dibandingkan dengan dust normal abu batu. Campuran didesain berdasarkan metode Marshall yang mengacu pada Bina Marga. Bahan yang dipakai dalam penelitian ini adalah material produksi stone crusher PT. Krueng Meuh. Stabilitas campuran aspal beton ditinjau dengan alat Marshall terhadap benda uji normal 2x75 tumbukan. Dari uji Marshall menggunakan dust abu batu diperoleh kadar aspal optimum sebesar 5,25% yang menghasilkan density 2,228 gr/cm3, VIM sebesar 8,1%, VMA sebesar 18,5%, VFB sebesar 73,4%, stabilitas 1138 kg, flow sebesar 4,5 mm dan Marshall Quotient sebesar 252,7 kN/mm. Dari uji Marshall menggunakan endapan vulkanik sebagai agregat halus diperoleh kadar aspal optimum sebesar 4,95% yang menghasilkan density 2,240 gr/cm3, VIM sebesar 9,2%, VMA sebesar 17,9%, VFB sebesar 72,8%, stabilitas 1456 kg, flow sebesar 4,0 mm dan Marshall Quotient sebesar 373,5 kN/mm. Secara umum penggunaan endapan vulkanik dapat digunakan sebagai pengganti agregat halus, karena memiliki nilai parameter marshall yang memenuhi persyaratan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Putrowijoyo R, (2006), Kajian Laboratorium Sifat Marshall dan Durabilitas Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) Dengan Membandingkan Penggunaan antara Semen Portland dan Abu Batu sebagai Filler. Tesis Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang.

Sudaryo (2009), Identifikasi dan Penentuan Logam Pada Tanah Vulkanik didaerah Cangkringan Kabupaten Sleman dengan Metode Analisis Aktivasi Neutron Cepat, Seminar Nasional V SDM Teknologi Nuklir, Yogyakarta, 5 November 2009

Spesifikasi Umum (2010). Dokumen Pelelangan Nasional Penyediaan Pekerjaan Konstruksi. Direktorat Jenderal Bina Marga: Jakarta

Mulza (2010). Modul Bahan Untuk Campuran Beraspal Panas. Aceh: Politeknik Negeri Lhokseumawe

Sukirman, Silvia. 1999. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Nova: Bandung

Sukirman, Silvia. 2003. Beton Aspal Campuran Panas. Granit: Jakarta

Spesifikasi Umum (2010). Divisi 6 Perkerasan Aspal, Seksi 6.3.3

Departemen Pekerjaan Umum (2009). Modul Bahan Untuk Campuran Beraspal Panas. Departemen Pekerjaan Umum: Jakarta

Johnston, D.M.; Houghton, B.F., Neall, V.E., Ronan, K.R., Paton, D. (2000). Impacts of the 1945 and 1995-1996 Ruapehu eruptions, New Zealand: An example of incre asing societal vulnerability.

Standar Nasional Indonesia (2003). Spesifikasi Aspal Keras Berdasarkan Penetrasi

Hunter, R.N., 1994, Bituminous Mixtures in Road Construction. Thomas Telford: London


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.