Analisa pengaruh variasi kampuh las terhadap ketangguhan material baja AISI 1050

Maulana Iqbal, Akhyar Ibrahim, Azwinur Azwinur

Abstract


Abstrak

Pengelasan SMAW adalah sebuah proses penyambungan logam yang menggunakan energi panas umtuk mencairkan benda kerja dan elektroda. Sementara plat baja AISI 1050 merupakan baja yang memiliki kadar karbon 0.50% sehingga tergolong dalam baja karbon sedang. Baja ini banyak digunakan di pasaran karena memiliki banyak keunggulan salah satunya adalah sebagai komponen otomotif. Baja ini memiliki karakteristik sifat mampu mesin yang baik (machinability), wear resistance-nya (keausan) baik dan sifat mekaniknya menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan kejut (Impact) dengan menggunakan metode charpy dan kekuetan (Hardness) terhadap hasil pengelasan SMAW pada baja AISI 1050 dengan variasi kampuh V Groove, Bevel Groove dan Double V Groove. Pada sampel pengujian di daerah Weld Metal, Weld Root, HAZ dan Base Metal. Dan arus yang digunakan 100 Ampere. Dari pengujian yang telah dilakukan, diketahui bahwa kekuatan kejut (Impact) tertinggi pada kampuh V memiliki nilai tertinggi terdapat pada Weld Metal yaitu sebesar 1,65 Joule/mm2, kampuh Bevel memiliki nilai tertinggi pada Weld Root yaitu sebesar 1,78 Joule/mm2 dan kampuh Double V memiliki nilai tertinggi pada HAZ yaitu sebesar 1,48 Joule/mm2. Kampuh V dan kampuh Double V memiliki nilai tertinggi terdapat pada HAZ yaitu sebesar 86,5 HRC, kampuh Bevel memiliki nilai tertinggi pada Base Metal yaitu sebesar 81 HRC. Sedangkan nilai kekerasan terendah terdapat pada kampuh Bevel di daerah pengujian Weld Root yaitu sebesar 56,67 HRC. Dan dari ke 3 jenis kampuh pada daerah Weld Metal memiliki nilai kekerasan yang sama yaitu 76,5 HRC. Untuk kampuh V dan kampuh Double V memiliki nilai yang sama pada semua daerah pengujian.

 

Kata kunci SMAW, Weld Metal, Weld Root, HAZ, Kampuh V, Double V.

 

Abstract

SMAW welding is a metal joining process that uses heat energy to melt the workpiece and electrodes. While the AISI 1050 steel plate is steel which has a carbon content of 0.50% so it is classified as medium carbon steel. This steel is widely used in the market because it has many advantages, one of which is as an automotive component. This steel has characteristics of good machinability, good wear resistance and medium mechanical properties. This study aims to determine the strength of the shock (Impact) using the charpy method and the strength (Hardness) on the results of SMAW welding on AISI 1050 steel with a variation of seam V Groove, Bevel Groove and Double V Groove. In the test sample in the area of Weld Metal, Weld Root, HAZ and Base Metal. And the current used is 100 Amperes. From the tests that have been done, it is known that the highest shock strength (Impact) in Kampung V has the highest value found in Weld Metal which is 1.65 Joules / mm2, Bevel Camp has the highest value in Weld Root that is 1.78 Joules / mm2 and Double V seam has the highest value on the HAZ of 1.48 Joules / mm2. Kampung V and Kampung Double V have the highest value found in the HAZ that is 86.5 HRC, Bevel Village has the highest value in Base Metal which is 81 HRC. While the lowest value of violence is in the Bevel camp in the Weld Root testing area, which is 56.67 HRC. And of the 3 types of camps in the Weld Metal area have the same violence value of 76.5 HRC. For seam V and seam Double V have the same value in all test areas.

 

Keywords: SMAW, Weld Metal, Weld Root, HAZ, Kampung V, Double V.


Full Text:

PDF

References


Indrayono, F. R., Rhohman, F., & Musliminllham, M. “Pengaruh Variasi Arus Dan Bentuk Kampuh Pada Pengelasan Smaw Terhadap Kekuatan Sambungan Las Dengan Elektroda Type E6013”. Artikel Skripsi, 02(02), Universitas Nusantara Pgri Kediri (Issn:2599-3011). 2018.

Wiryosumarto, H. dan Okumura, 1996 T. Teknologi Pengelasan Logam. Jakarta: PT. Pradya Paramita. 1996

Hamid, A. “Analisa Pengaruh Arus Pengelasan SMAW Pada Material Baja Karbon Rendah Terhadap Kekuatan Material Hasil Sambungan”. Jurnal Teknologi Elektro, Universitas Mercu Buana, 7(1), (Issn:2086-9479). 2016

Suprijanto, D. "Pengaruh Bentuk Kampuh Terhadap Kekuatan Bending Las Sudut Smaw Posisi Mendatar Pada Baja Karbon Rendah". Jurusan Teknik Mesin Sttnas Yogyakarta, 8, 91–96. 2013

M. Siddiq, N. Nurdin, and I. Amalia, “Pengaruh jenis kampuh terhadap ketangguhan sambungan pengelasan material St37 dengan AISI 1050 menggunakan proses SMAW,” J. Weld. Technol., vol. 1, no. 1, pp. 11–16, Jun. 2019

Pramono, A., Teknik, J., Fakultas, M., Universitas, T., Ageng, S., & Cilegon, T. "Karakterisrik Mekanik Proses Hardening Baja Aisi 1045 Media Quenching Untuk Aplikasi Sprochet Rantai". Jurusan Teknik Metalurgi - Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 5(1), 32–38. 2011

[ Prasmayobi, U. "Studi Kekuatan Bending Dan Kekerasan Pada Pengelasan Aluminium Dengan Menggunakan Las Smaw (Shielded Metal Arc Weling)". Skripsi, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo. 2016

Prayitno, D., Hutagalung, H. D., & Aji, D. P. B. "Pengaruh Kuat Arus Listrik Pengelasan Terhadap Kekerasan Lapisan Lasan Pada Baja Astm A316". Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin, Universitas Trisakti, 3(1), Issn 2548-7590. 2018

Robby Nur Fridayan, H. P. "Analisis Pengaruh Variasi Heat Input dan Bentuk Kampuh pada Penglasan SMAW Weld Joint Pelat Baja A 36 Terhadap Sifat Mekanik". Jurnal Teknik ITS, Vol. 6, No. 2. 2017




DOI: http://dx.doi.org/10.30811/jowt.v1i2.1642

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




   

   

 

 Lisensi Creative Commons

Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.


Mailing Address:

Politeknik Negeri Lhokseumawe

Jl. Banda Aceh-Medan
Km. 280,3, Buketrata, Mesjid Punteut, Blang Mangat,
Kota Lhokseumawe, 24301

Propinsi Aceh,
Indonesia