Penerapan Iot (Internet of Things) Untuk Kontrol Kebakaran Dikota Lhokseumawe

Rahmat Hidayat, Husaini Husaini*, Hari Toha Hidayat

Sari


Seiring dengan berkembangnya zaman manusia sudah banyak menciptakan inovasi baru pada masalah yang dihadapi manusia. Namun ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian dalam menciptakan inovasi baru. Contohnya seperti penanganan kebakaran yang terjadi sekarang masih kurang efektif. Hal ini dikarenakan butuh waktu yang lumanyan lama untuk petugas pemadam kebakaran mengetahui bahwa adanya kebakaran. Sehubungan dengan keadaan tersebut mengakibatkan penanganan yang telat dari petugas karena lambatnya informasi yang diterima ataupun hal lain seperti pemadam yang susah dihubungi hal ini mendorong developer hardware untuk menciptakan sebuah perangkat untuk pendeteksian adanya api dan asap dapat menentukan arah titik api. Sensor (api dan asap) yang telah dipasangi dan ditempatkan pada sebuah tempat yang dapat digunakan sebagai identitas untuk mendeteksi adanya api dan asap. Alat yang digunakan tidak dapat berpindah dari satu tempat kepada tempat yang lain karena prototype yang dibuat adalah menetap. Sensor api akan berdeteksi saat api menyala kemudian sensor akan mengirim data yang diterima dan dikirimkan kewemos. Kemudian wemos akan memproses data tersebut dan mengirimkan keadmin melalui aplikasi telegram. Sehingga admin segera cepat mengetahui titik kebakaran dengan segera cepat menangganinya. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode QoS (Quality of Service) untuk mengukur parameter delay dan Jitter yang dihasilkan dalam satu jaringan yang digunakan. Hasil pengujian yang telah dilakukan sebanyak 50 kali percobaan dalam penelitian ini delay dihasilkan -0.1007 second. Dan untuk hasil jitter adalah 0.1819 dari hasil pengujian Jarak maksimum pembacaan sensor api dan sensor asap yaitu 1 cm. Dari hasil 50 kali percobaan, persentase keberhasilan sistem dalam mengirim notifikasi berupa titik kebakaran dan kegagalan sistem dalam mengirim notifikasi yaitu 20%.

Teks Lengkap:

Tidak berjudul

Referensi


. Agus, F. (2017) “Sistem Deteksi Titik Kebakaran dengan Algoritme K-Nearest Neighbor (KNN) menggunakan Sensor Suhu dan Sensor Api”, Jurnal Pengembangan. 4(2), 106-112.

. Ansori,(2020). “pengertian Flowchart: Jenis, Symbol, Dan Contohnya”.

https://www.ansoriweb.com/2020/03/pengertian-flowchart.html. Diakses 27 maret 2020.

. Arie, M. 2017 Rancang Bangun Sistem Pendeteksi Kebakaran Berbasis Iot Dan Sms Gateway Menggunakan Arduino 328. 0071.

. Bari, Mani, & Berkovich, 2013 “Internet of Things”. www.dictio.id diakses 11 januari 2020

. Damayanti, S., Pelawi, B., Manan, S., Vokasi, S., & Diponegoro, U. (2017).Sistem Monitoring pemadam kebakaran Volume api Menggunakan “Internet of Things”. 19(2), 6-9.

. Husna, R., Nasir, M., & Hidayat, H. T. (2020). Rancang Bangun Prototype Jemuran Berbasis Iot ( Internet Of Things ). 3(2), 7–12.

. Kompasiana. 2019. ” Penjelasan Sederhana mengenai Internet of Things”.online. www.kompasiana.com. Diakses 08 November 2019.

. Rasudin. 2014. Quality of Service (QOS) pada jaringan Internet dengan metode hierarchy token bucket. 3(1), 1-7.

. Rudiawan, 2013 “Cara memprogram wemos D1 R2 Mini Esp8266 dengan arduino. Internet of Things”. www.sematicsholar.org/paper/ cara memprogram-wemos D1-R2 mini Esp8266 dengan jamzuri. Diakses 14 maret 2020

. W. Dewantoro, “Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika ( Komputa ) Pembangunan Sistem Pantau Smart Fish Farm Menggunakan Arduino Berbasis Internet Of Things ( Iot ) Terhadap Budidaya Ikan Wisnu Dewantoro. 1(8), 7-12


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Teknologi Rekayasa Informasi dan Komputer - Politeknik Negeri Lhokseumawe is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License 

©2021 All rights reserved | P-ISSN: 2581-2882