VIABILITAS BAKTERI BASILIUS DALAM CAMPURAN GEOPOLIMER YANG BERFUNGSI SEBAGAI SELF HEALING AGENT

Hafizul Furqan, - Iskandar, Muhammad Reza

Sari


Keretakan pada permukaan beton merupakan masalah besar dan memerlukan biaya perbaikan yang besar, apalagi jika keretakan tersebut berada pada lokasi yang sulit dijangkau, jika tidak ditanggulangi keretakan akan menimbulkan kerusakan pada tulangan. Pengembangan mikroorganisme yang ditanamkan pada beton, keretakan dapat segera tertanggulangi dengan kristal kalsium karbonat yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Penelitian ini dilakukan terhadap beton geopolimer yang merupakan salah satu inovasi dalam menggantikan beton konvensional, dikarenakan lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permaslahan keretakan yang terjadi pada geopolimer. Penelitian ini menggunakan fly ash dari PLTU Nagan Raya dan bakteri basilius subtilis yang berperan sebagai self healing agent. Prosedur untuk pengikat mortar geopolimer mengacu pada prosedur konvensional. Metode yang digunakan untuk pengujian UPV mengacu pada standar ASTM C 597-02 IDT. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 jenis konsetrasi NaOH yaitu 4M, 10M dan 16M, dengan rasio pencampuran larutan NaOH/Na2SiO3 = 2,5. Variasi bakteri b. subtilis dan kalsium laktat adalah 1%+2%; 1,5%+3% dan 2%+4%. Benda uji yang digunakan adalah mortar kubus berukuran 10x10x10 cm dengan jumlah benda uji sebanyak 48 buah, pengujian dilakukan pada umur 14, 21 dan 28 hari. Hasil pengukuran menunjukkan nilai terendah berada pada pH 11,71 dan nilai tertinggi pada pH 12,61. Maka dapat disimpulkan bakteri tersebut mampu bertahan hidup pada 3 jenis konsentrasi NaOH. Hasil dari pengujian UPV menunjukkan bahwa semakin bertambahnya umur mortar maka semakin tinggi pertumbuhan bakteri dalam menutupi retakan. Tetapi hal sebaliknya terjadi pada nilai UPV yang mana semakin bertambahnya persentase kandungan bakteri maka semakin menurun pula pertumbuhan dari bakteri dalam menutupi retakan, dengan nilai persentase optimum pertumbuhan bakteri sebesar 38,45%.

 

Kata kunci: keretakan, geopolimer, bakteri basilius subtilis, pH, UPV

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdullah, M. M., Razak, R. A., Yahya, Z., Hussin, K., Ming, L. Y., Yong, H. C., et al. (2013). Asas Geopolimer (Teori & Amali) (1st ed.). Perlis: Unit Penerbitan Universiti Malaysia Perlis.

Chang, Raymond, Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti, Jilid 1, Edisi ketiga, Jakarta: Erlangga, 2004.

Sofi, M., van Deventer, J.S.J., Mendis, P.A. & Lukey, G.C. 2007. Engineering properties of inorganic polymer concretes (IPCs). Cement & Concrete Research 37: 251-257.

Van Jaarsveld, J.G.S, van Deventer, J.S.J. & Lukey, G.C. 2002. The effect of composition and temperature on the properties of fly ash and kaolinite based geopolymers. Chemical Engineering Journal 89: 63-73.

Van Jaarsveld, J.G.S, van Deventer, J.S.J. & Lukey, G.C. 2003. The characterisation of source materials in fly ashbased geopolymers. Material Letters 57: 1272-1280.

Xu, H. & van Deventer, J.S.J. 2002. Geopolymerisation of multiple materials. Mineral Engineering 15: 1131-1139.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 
ALAMAT KANTOR REDAKSI :
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jalan Banda Aceh - Medan Km 280,3
Buketrata Po Box 90, Telp (0645) 42785 Fax (42785)